Diduga KPU Sekadau Pilih Kasih Dalam Mengakomodir Media Kinerja KPU Sekadau Dinilai Tidak Profesional

SEKADAU Mentarikhatulistiwa.co.id- Dugaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau Pilih Kasih dalam hal bermitra untuk mengakomodir Media Online maupun cetak yang bertugas di wilayah Kabupaten Sekadau bukan tak beralasan.

Hal tersebut diperkuat oleh salah satu keterangan yang diperoleh oleh beberapa jurnalis yang merasa kecewa dan menilai pihak KPU Sekadau tidak frofesional dalam menjalin hubungan kerja pada saat pihak KPU melakukan pembayaran Kliping berita atau Iklan, tentang Pengumuman pencalonan perseorangan untuk calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2020 mendatang.

Ada beberapa Media online Nasional  yang ada di kabupaten Sekadau merasa kebijakan dari KPU di nilai tidak adil dan terkesan pilih kasih, salah satunya Media Nasional Indoglobenews.co.id dan media Nasional Buser Bhayangkara 74, dimana kedua media tersebut tidak mendapat pembayaran iklan yang di terbitkan pada tanggal (5/12/2019). dengan alasan terlambat dan alasan klasik lainnya.

Supriadi Kepala perwakilan Kalimantan Barat dari media indoglobenews.co.id sekaligus biro kabupaten Sekadau merasa kecewa dengan sikap KPU Sekadau, ia menganggap KPU tidak korporatif dan propesional dalam melakukan kerja sama dengan beberapa wartawan yang bertugas di wilayah Sekadau.

” tadi saya datang ke kantor KPU Sekadau, setibanya di sana saya berharap kalau kliping Iklan tentang pengumuman yang di berikan dari KPU di akomodir sebagaimana layaknya pembayaran pada media lain. Namun apa yang di harapkan seperti jauh api dari panggang, malah pihak KPU berdalih kalau lambatnya dalam penerbitan dan tidak adanya konfirmasi dengan pihak sekretariat, ” kesal Supriadi.

Supriadi melanjutkan kalau hanya dengan alasan terlambat dalam penerbitan, pria yang akrab di sapa Didi tersebut mangatakan bagaimana bisa terbit tepat waktu Karena dia tidak ada menerima selebaran tersebut, itupun ia dapat dari kawan sesama media.

” anehnya’ saya sendiri tidak mengetahui kalau dari KPU ada meminta kepada wartawan untuk menayangkan Iklan pengumuman tersebut, saya kok tidak di beritahu, padahal waktu rapat dan tatap muka antara KPU dengan Awak Media tentang kerjasama dalam pemberitaan untuk menghadapi Pilkada pada tahun 2020 mendatang saya ada ikut, namun saya kok tidak di masukkan di grup WhatApps informasi KPU Sekadau yang admin grupnya dari  anggota KPU sendiri, bagimana saya tau, dari situ sudah jelas kalau pihak KPU tebang pilih dalam mengakomodir Media, ” terang Didi singkat.

Lain halnya yang di sampaikan Jhon Hasibuan dari media Buser Bhayangkara 74, ia juga merasa ada yang tidak beres dengan KPU Sekadau di mana dia juga mendapatkan perlakuan yang sama oleh KPU kabupaten Sekadau.

” benar saya juga tadi siang, senin (9/12/19) tidak mendapatkan hak saya, kliping iklan sudah di Printout malah tidak di bayar juga, alasan mereka karena terlambat dan tidak adanya anggaran, hal tersebut menjadi pertanyaan besar, kenapa ada yang di bayar dan ada yang tidak, dari hal tersebut sudah jelas kalau KPU sudah pilih kasih dan tidak frofesional dalam mengakomodir Media yang ada di Sekadau, ” jhon.

Jhon meminta kepada instansi terkait juga agar bisa mengecek anggaran dari KPU Kabupaten Sekadau, Karena hingga saat ini masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran yang di habiskan atau di gunakan untuk pemilu-pemilu sebelumnya dan untuk biaya publikasi media yang ada di Kabupaten Sekadau, Karena menurut Jhon anggaran untuk Pemilu adalah uang hasil dari masyarakat juga yang di berikan melalui pembayaran pajak,  jadi masyarakat wajib tau, “tutup Jhon. ( Tim/Boy Marpaung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: