Ini Kronologis Aksi Jekri Prihamdi Cabuli 10 Gadis Bawah Umur di Kampungnya

Ini Kronologis Aksi Jekri Prihamdi Cabuli 10 Gadis Bawah Umur di Kampungnya

BENGKAYANG,Mentarikhatulistiwa.co.id- Jekri Prihamdi alias JP (36) tahun, tergolongan manusia bejat , sebab dalam rentang waktu enam (6) bulan saja sejak Agustus 2020 hingga Januari 2021, JP telah melakukan pencabulan terhadap 10 gadis remaja bawah umur yang masih merupakan warga kampungnya sendiri.

JP yang tinggal dan beralamat di Dusun Seburuk, Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang ini sangat piawai melancarkan aksinya untuk mengibuli para korbannya dengan dalih “Berkunci Batin”

Dimana berkunci batin yang dimaksud tersebut menurut JP manfaatnya untuk mengusir pengaruh roh jahat seperti santet/sihir, badan menjadi bersih, agar terhindar dari orang-orang jahat, dan menghilangkan berbagai penyakit yang ada dalam tubuh korban.

Beberapa gadis belia yang menjadi korban masih bawah umur dengan usia antara 13- 19 tahin, yakni RP (19), TA(14), EY(18), CB(13), NY(16), US(17), RK(14), IP(17), WD(14), dan SL (17).

Penelusuran media ini tersangka JP(36) bekerja sebagai Satuan Pengamanan atau biasa di sebut Satpam di Hotel LG yang meruapak salah satu hotel ternama di Bengkayang selain itu tersangka JP juga merupakan pemilik salah satu sanggar tari di Kabupaten Bengkayang tepatnya di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung, sanggar tersebut dinamakanya “Bawak’ng Nyamo”.

“Tersangka ini kerjanya sebagai Satpam di salah satu hotel di Bengkayang dan juga pemilik Sanggar Bawa’ng Nyamo” korbannya ini adalah anak didik tersangka di sanggar tari tersebutb” terang Kapolres Bengkayang AKBP NB. Darma,SIK pada Press Release yang di gelar Kamis (21/1/2021) Lalu di Aula Tunggal Panaluan

Pada saat melancarkan aksinya terhadap para korban yang juga muridnya di sanggar Bawa’ng Nyamo, JP berdalih bisa menyembuhkan penyakitndalam tubuh korban dengan syarat harus Berkunci Batin” yakni melakukan persetubuhan seperti Suami Istri.

Awal mulanya para korban ini tidak mengetahui bagaimana pengobatan cara “berkunci batin” tersebut, kemudian tersangka JP melakukan chat di masing masing WhatsApp korbannya dengan mengatakan bahwa ” Menurut penerawangan saya kamu ada penyakit yang harus di obati dengan cara berkunci batin, kalau tidak di obati, maka penyakit kamu akan semakin parah dan berakibat kematian kalau kamu berobat ke orang lain pasti bayar nya sangat mahal bisa jutaan Rupiah, maka jika kami mau nanti kamu datang sendiri karena ini rahasia” Tutur NB Darma menirukan komentar Pelaku.

Langkah selanjutnya dalam aksi ini, Kemudian tersangka JP menyuruh korban datang kerumahnya karena alasannya sangat susah di jelaskan lewat pesan singkat Whatshap.

Jika korban tidak mau tersangka ini terus mendesak untuk melakukan pengobatan batin dengan cara menakuti korbannya, dangan mengatakan secepatnya penyakit kamu di obati kalau tidak semakin parah, karena merasa ketakutan mendengar hal tersebut akhirnya para korban mau pergi kerumah pelaku yang memang tidak berjauhan dari rumah mereka,

“Tersangka sendiri kembali mengatur siasat busuk, dimana saat para korbanya mau datang ke rumah dia mengatur jadwalnya dulu, ketika istri tersangka tidak berada di rumah, dan TKPnya pun berbeda-beda yakni, ada yang di dalam kamar rumah Pelaku, dapur, sawah, kebun jagung, dan kebun karet,” ungkap Darma.

Nah, setelah korban datang ke rumah tersangka, tersangka menyuruh korban untuk memasukan sendal ke dalam rumah tersangka agar tidak diketahui oleh warga sekitarnya, kemudian saat melakukan pengobatan Kunci Batin korban di suruh berdoa sambil memegang beras kuning yakni beras yang sudah di campur dengan kunyit di depan Pantak sejenis Patung Belian bermotif manusia yang berada di ruang tamu tersangka. Setelah itu tersangka menghidupkan kemenyan dan dupa, saat itu korban di suruh menghirup asap kemenyan tersebut agar penguncian batin lebih encer.

Setelah itu korban di suruh masuk kedalam kamar dan di suruh untuk membuka semua baju yang di kenakan korban, saat itu korban hanya di suruh menggunakan sehelai sarung, bejatnya lagi tersangka menempelkan sehelai daun sirih ke kemaluan korban dan memprlihatkan sebuah tekuyung (siput) yang di keluarkan dari kemaluan korban, kemudian tersangka memegang payudara korban dan memperlihatkan batu yang di keluarkan dari payudara korban.

“Tersangka ini terlihat seperti mengeluarkan tekuyung dan batu dari kemaluan serta payudara korban, padahal menurut keterangan tersangka barang tersebut sudah lebih dulu di siapkan, dan bukan di keluarkan dari area sensitif tersebut, setelah itu tersangka menyuruh korban untuk menutup matanya, saat itulah terjadi persetubuhan oleh tersangka,” Jelas NB Darma.

Setelah selesai melakukan persetubuhan, tersangka menyuruh korban untuk berdoa di depan pantak dan mengatakan kepada korban.” Berkunci Batin belum selesai karena masih ada anak-anak tengkuyung lagi, nanti kita lanjutkan berkunci batin lagi agar penyakit kamu benar-benar sembuh,” kata tersangka kepada korban.

Aksi bejat tersangka Itupun sudah dilakukannya sejak 6 bulan terakhir mulai Agustus 2020 – Janurari 2021, sesudah melakukan aksinya tersangka mengatakan kepada korban kegiatan Penguncian Batin ini jangan di beritahukan kepada orang, karena kalau di beri tahu maka penyakit kita akan datang lagi bahkan akibatnya fatal dimana kemaluan korban akan busuk,” ucap Darma.

Dari hasil pengungkapan penyidik Polres Bengkayang, Barang bukti yang telah berhasil di amankan terhadap pelaku yakni, pakaian para korban, mangkok plastic (berisi telur, batu, tengkuyung, kemenyan ,daun sirih), mangkok kaca (berisi beras kuning), ember cat (berisi dupa), dan 1 tempayan (berisi beras kuning).

Dan Kasus tersebut terbongkar bermula dari adanya laporan salah satu korban yang menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya, orang tua korban kemudian langsung melaporkan kejadian pencabulan tersebut ke pihak polres Bengkayang.

Akibat perbuatanya itu tersangka di ancam dengan pidana pelanggaran terhadap Undang Undang Nomor : 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sesuai dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda 5 milyar. (Kr)i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: