OKNUM PLN P2TL AREA KOTA DI LAPANGAN BERTINDAK PREMANISME


PONTIANAK–Mentarikhatulistiwa.co.id-Hari Kamis Tgl 4 Pebruari THN/ 2021/ pada pukul 15/30/Suhartono pemilik mini market Cattleya mart,yang beralamat diJln Suwignyo Block A.No 79.pontianak Kalbar telah di rugikan.oleh Oknum petugas /PLN/P2tl/.Suhartono pemilik mini market saat di temui awak media mengatakan tindakan pegawai/PLN/di lapangan sangatlah tidak etis awalnya pada Selasa tanggal/17/Maret tahun /2020/yang lalu.mini market saya kedatangan petugas/PLN/P2TL/atau opal melakukan pemeriksaan di mini market saya,ucap Suhartono.

“Petugas (PLN/P2TL/atas nama Gunawan dan Rian tersebut.melakukan pemeriksaan tanpa seijin dari pemilik mini market,juga tidak menunjukan surat tugas rajia juga tidak Menjelaskan secara lengkap dan konkrit.dan kesalahan apa yang dilakukan oleh saya kata pemilik mini market,kemudian petugas (PLN)tersebut memberikan surat kepada pak tono minta ditandatangani.karna tidak merasa membuat kesalahan saya menolak menandatangani surat tersebut.ucap Suhartono.

“Kemudian pada hari Kamis tanggal/21/Januari tahun/2021/tiba tiba.datang empat orang petugas(PLN)ke mini market Catteya.mart.kedatanganya kali ini atas tuduhan melakukan pelanggaran.petugas(PLN)manurung.heriansyah Halimah marah marah bahkan mereka mengeluarkan kata kata yang tidak pantas kepada saya’ mereka menyerang saya, saya selalu mengelak bahkan mereka mengeluarkan kata kata setan pada saya.mereka juga melempar saya juga mengancam akan menutup mini market saya pungkasnya”pak tono

“Karna tidak ada solusi akhirnya Suhartono di minta hadir ke kantor (PLN)di jln A.yani.untuk bertemu pak Reza selaku pimpinan”kata pak Reza saya mau dengar Persi pak Tono,Karna pak Tono telah melakukan kesalahan.pakTono,harus menyelesaikan kwitansi pemembayaran sejumlah sembilan belas juta kalau tidak listrik saya bongkar dengan bahasa ancaman”jawab pak Tono kalau bapak mau bongkar listrik saya,saya tunggu dan saya tetap tidak akan membayar,Karna saya tidak merasa melakukan kesalahan,sampai saat ini pembongkaran tidak pernah terjadi mungkin mereka mengegab saya dan mau memeras saya,dan saya merasa di peras kata pak Tono,

“Kemudian pada hari Senin tanggal/25/Januari tahun/2021/Suhartono diminta lagi hadir ke kantor (PLN)Pontianak.pak Reza menunjukan Vidio barang bukti/BB/saat melakukan razia”saya tidak terima Karna Vidio itu di ambil pada hari Selasa tanggal/17/Maret tahun/2020/sudah setahun lamanya,kenapa baru sekarang diperlihatkan dan kenapa tidak di perlihatkan saat merazia pada waktu itu.saya tidak terima saya merasa di permainkan oleh mereka lanjut”Suhartono

“Kemudian pada hari Senin tanggal/31/Januari kemaren Suhartono di panggil lagi ke kantor/PLN/di pertemukan dengan Saiful dan Reza hasilnya pihak /PLN/mengeluarkan kebijakan bahwa Suhartono tidak perlu membayar sembilan belas juta melainkan hanya di minta bayar enam juta saja Karna sistem tidak bisa di rubah”jangankan sembilan belas juta jangankan enam juta sepeserpun saya tidak mau bayar Karna saya tidak melakukan pelanggaran yang di tuduhkan, saya menolak membayarnya karna petugas/p2tl/PLN/tidak bisa menunjukan letak ke salahan saya yang komplit dan konkrit”jawabnya

“Suhartono,pada media mengatakan kesalahan petugas/ P2TL/PLN sudah mengakui kesalahannya bahkan masalah ini sudah selesai ucap pak reza selaku pimpinan/PLN/P2TL/jawab pak tono” loh penyelesaianya seperti apa.karna petugas/ P2TL/sudah merugikan saya juga membunuh karakter pelanggan saya dan mencemarkan nama baik saya, kalau mau menyelesaikan masalah ini,bersihkan nama baik saya,di tempat usaha saya,Karna saya di fitnah dengan tuduhan mencuri listrik “celotehnya,
(Tiem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: