Polisi sosialisasi, Nelayan di Jungkat Diminta Tidak Gunakan Bom Ikan

MEMPAWAH,Mentarikhatulistiwa.co.id– Nelayan di Kabupaten Mempawah, khususnya di Kecamatan Jongkat, diminta tidak menggunakan bom dan potasium untuk menangkap ikan. Tidak saja merusak ekosistem perairan, tapi bisa dikenakan hukum pidana.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Siantan, Polres Mempawah, Iptu Rahmad Kartono, ketika menggelar sosialisasi kepada para nelayan dan kepala bagan di Jungkat, Senin (25/1/2021) pagi.

Rahmad Kartono yang didampingi sejumlah Anggota Polsek Siantan menyampaikan sosialisasi dan imbauan kepada para nelayan tersebut, demi menyelamatkan ekosistem perairan, khususnya di kawasan pesisir.

“Kami minta agar para nelayan di Kecamatan Jongkat sebaiknya menggunakan peralatan tangkap yang tradisional saja, atau yang ramah lingkungan. Jangan menggunakan bom atau potasium,” tegasnya.

Penggunaan bom, tambah Rahmad Kartono, juga membahayakan keselamatan nelayan itu sendiri. Adanya kesalahan dalam mencampur bahan bom ikan, bisa mencelakakan penggunanya.

Tindak pengeboman ikan juga dipidana karena telah melanggar Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Dan Pasal 85 UU Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Karena itu, dengan sosialisasi ini, Kapolsek Siantan berharap tidak ada lagi nelayan di Kecamatan Jongkat yang nekad menggunakan bom atau potasium untuk menangkap ikan.

“Jika masih ditemukan, aktivitas pengeboman ikan ini akan kita tindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan berlaku,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Akueng, selaku kepala bagan di Desa Jungkat, menyambut baik sosialisasi larangan penggunaan bom dan potasium dari Kapolsek Siantan dan anggota.

Ia mengungkapkan, sosialsasi ini akan segera disebarkanluaskan kepada para nelayan di Jungkat, agar sebaiknya menggunakan alat tangkap tradisional saat mencari nafkah di laut.

“Saya mengakui, kegiatan pengeboman ikan ini melanggar hukum. Saya akan sampaikan kepada seluruh nelayan,” pungkasnya.

Penulis : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: