Warga Jl.swadaya Rt.64/Rw.18 Dusun kenanga Desa Punggur Kecil Tagih Janji Bupati,dan Anggota DPRD untuk Membangun Akses Jalan Lingkungan

Kubu Raya- Mentari Khatulistiwa.co.id- warga Jalan.swadaya Rt.64/Rw.18 Dusun kenanga Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.
menagih janji Bupati Kabupaten Kubu Raya dan Anggota DPRD yang berjanji akan merealisasikan pembangunan Jalan penghubung Jalan.swadaya Rt.64/Rw.18 Dusun kenanga Desa Punggur Kecil menuju ke arah Kantor Bupati

“Dulu saat kampanye Pilkada, Bupati dan Anggota DPRD berjanji, jika terpilih akan merealisasikan pembangunan jalan dan saluran parit,tapi sampai sekarang janjinya belum terpenuhi,”kata Saiman Tahir Tokoh masyarakat Di dampingi M.Yusub H.Kader sebagai koordinator dan,masyarakat dia mengatakan,Minggu(21/2).

Sebelumnya,lanjut Saiman
,Anggota DPRD,juga pernah berjanji akan menggali paret yang sama saat kampanye Pemilu Legislatif.lulu Namun hingga kini belum juga terpenuhi.

Untuk mengatasi keluhan dan kesulitan warga kami warga bahu membahu dengan cara wadaya membangun jalan ini untuk sementara Agar bisa di lewati warga dengan minta patungan patungan dengan masyarakat,dan masyarakat dari luar maupun yang dari dalam.ade yang 5 sak,3 sak 2 sak semen per orang yang nyumbang itulah yang di gunakan untuk pembangunan jalan swadaya ini.”Katanya.

“Yang di herakan kadang kadang itu begini di pemerintahan ini,yang saya kesalkan daerah ini sebetulnya memang dekat sih dengan bandara Supadio hanya belasan kilo meter saja.Cuman yang saya heran ini apa sebab nya jalan ini berat untuk dibangun,saya merasa heran dengan pemerintah apa sebab.”Kesalnya.

Dan yang kedua di jalan jalan yang tidak ada penghuni tidak ada penduduk di bangunkan jalan besar, sedangkan hanya berdiri pondok ladang itu dibuatkannya jalan untuk menjadi prioritas untuk di punggur ini.,”Terangnya.

“Jadi anggota dewan tidak ada juga kelihatannya seperti nya istirahat,sehingga dia tidak memandang wilayah wilayah kerjanya itu sepertinya di abaikan semua.

“Begitu juga seperti Bapak Bupati itu tanggapannya gimana kita juga tidak tau,kemarin saya juga ada menghadap Bupati katanya nanti setelah dia men jabat jadi Bupati barulah dia mengadakan pembangunan di wilayah saya sampai saat ini bagaimana,tidak ada kenyataan sampai sekarang saya tunggu tidak ada hasilnya itupun saya juga heran.”Ungkapnya

Kami di sini juga kebingungan selaku anggota masyarakat saya ini membawahi masyarakat di sekitar sekitar sini sekitar jalan swadaya ini.
Ada 700 orang masyarakat yang saya kordinir sebagai masyarakat yang selalu menanti janji janji ,jadi mereka ini menyampaikan keluhan kalau mau membawa barang terkadang kesulitan di karnakan jalan ini hancur dan parit sumbat.”Terangnya

“Anggota dewan kemarin janji mau gali parit itu sampai sekarang tidak ada.Waktu dimau menjabat sebagai calon wakil rakyat dia ada datang masyarakat diwilayah saya termaksud rumah saya juga, cuman itulah sampai sekarang hasilnya nol besar,”Ujarnya.

“Harapan saye sebenarnye selaku pemerintah di wilayah kerjanya ini saya berharap dengan sangat supaya di perhatikanlah di wilayah ini jangan sampai di tinggalkan seperti ini.”Karena dari jaman penjajahan sampai sekarang belum merdeka tempat kami ini,terlalu berat rasanya beban beban kami di daerah ini.Terutama kalau kami mau keluarkan barang barang kalau ada hasil hasil jagung,Ubi dan lain lain itu kalau musim penghujan tiba tidak bisa di keluarkan hasil perkebunan kami habis habis busuk di tempat.”Katanya

Terkadang beliau ini panen jagung di remdamnye lalu di seretnye sehingha kuning sudah warnenya di angkatnya,lalu kalau harge barang itukan pasaran biasanya tiga ribu lebih sekarang tinggak seribu lebih. mana bisa mau menghasilkan itu. Jadi sebenarnye itu membunuh masyarakat ini.”Ungkapnya

Selama ini Kami ini dengan bersusah payah cara swadaya pakai alat excavator pakai patungan 300 sampai 400 per orangnya
Sekarang jalan yang kami buat dengan apa adanya.

Di jelaskannya Itu lah tadi itu masalah jalan ini lah yang selanjut selanjutnya itu tidak pernah sampai yang kami herankan itu,jadi harapan saya tadi sebagai Bupati dan ketua komisi membidangi pembagunan seperti anggota anggota dewan harus membuka matanya di wilayah wilayah kerjanya ,hanya berdiam tanpa melihat kebutuhan untuk masyarakatnya

Negara dirugikan berarti masyarakat di rugikan termaksud kami juga, jadi pajak pajak jalan inikan semuanya pajak pajak ade semue di Pemerintah akan tetapi kami tidak pernah mendapatkan faedah itu semua kami merasa di rugikan di wilayah ini.”Tandasnya.

Usulan Sudah berulang ulang kali di usulkan untuk jalan ini bahkan sudah ada di kirim ke you tube juga cuman hasilnya Tidak ada atau di pindah ke lain lain, kita juga tidak tau entah siapa yang punya kerja itu.

Jarak jalan Ini sekitar 13 kiloan sampai ke tempat Kantor Bupati dari tempat kita ini,tidak jauh sebenarnya sebetulnya dananya tidak besar.dikatakannya Kalau saya jadi bupati atau anggota dewan sudah saya kerjakan barang ini kemungkinan tidak merugikan negara.”Tandasnya

pada Waktu yang sama M.Yusub H.Kader sebagai koordinator Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya sebagai koordinator di jalan swadaya Desa punggur termaksud mewakili pembangunan disini saudara pak saiman tahir.”Ucapnya

“Saya mohon kepada Bapak Gubernur dan bapak Bupati tolong di perhatikan jalan ini dan kemarin saya dapat info dari dewan provinsi karena jalan ini akan di bangun jalan poros kuburaya jadi sampai sekarang saya mewakili warga Desa punggur kecil jalan swadaya ujung punggur menanyakan masalah tentang jalan ini kenapa kami ini di ginikan.”Katanya.

Dari itu lah kami homon kepada bapak Gubernur dan Bupati tolong di perhatikan jalan kami ini,karena jalan kami ini sampai titik koordinatnya yang kami berdiri sekarang ini cuman hanya tiga belas kilo sampai ke Kantor Bupati.”Terangnya.

“Di daerah ini sebenarnya pinggiran kota jadi jangkauan untuk ke kota sangat mudah tapi jarak tiga belas kilo meter dari kota jalan kami ini sangat hancur.”Ucapnya.

“Saya kasihan lihat warga kalau sakit,kalau mau melahirkan itulah suatu sedikit kendalanya.Maupun warga mengeluarkan hasil taninya yah busuk busuk begitu saja,saya contohnya pernah disini saya menanam jagung mau keluarkan hasilnya itu sangat susah sekali mau tidah mau saya buang ke parit dan hasilnya hitam hitam tidak bisa di jual karena tidak hijau hijau lagi.

Cuman itu saja informasi dari saya saya mewakili ketua pembangunan desa punggur,mohon di perhatikanlah dusun kenanga RT.64 / RW18 itu saja yang saya sampaikan,”Harapnya.

Terpisah Kepala Desa Punggur Keci l Adi Kusumaja saat di Konfirmasi terkait Keluahan warga Jalan Swadaya RT.64/Rw.18 Dusun kenanga Desa Punggur Kecil dia menjelaskan Itu hak semua masyarakat.Memang semuanya butuh sarana jalan,cuman kuburaya ini luas dan Desa punggur kecil juga luas.”Jelasnya.

“Sama sama kita masyarakat minta Ke Bupati atau ke Gubernur kita juga minta melalui Musrembang dan melalui usulan usulan Desa mudah mudahanlah semakin hari semakin dekat.”Ucapnya

“Pembangunan pasti terus bejalan, tapi kebetulan memang belum sampai kedaerah mereka insyaallah perlahan lahan sampai daerah itu mudah mudahan di dengar oleh anggota Dewan yang ada baik kabupaten maupun provinsi.”Harapnya,

Bapak bupati,bapak Gubernur mudah mudahan bisa didengar dan bisa menyambut keinginan masyarakat ini karena memang jalan Swadaya itu salah satu akses juga menuju ke kantor Bupati melewati jalan supadio.

“Harapan kita mudah mudahan Pemerintah bisasegera juga memberikan sesuatu ke masyarakat menyambung jalan punggur kecil ke arah jalan swadaya itu dan mudah mudahan lah ini permintaan dan permohonan masyarakat itu di dengar oleh pemerintah,”Ujarnya.

Dikatakannya Kita siap dukung karena setiap bank kita masuk usulkan untuk jalan swadaya tersebut.Mudah mudahan bisa tereksasi di tahun berikutnya.”Pungkasnya.( kabiro kubu raya rudi halik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: