SANGGAU,mentarikhatulistiwa.co.id – Jamaah Yasin Wali Songo dan Sholawat Jamuniro kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui kegiatan sunatan massal yang akan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan bagi anak-anak mereka.

Ketua Jamaah Yasin Wali Songo, Sutrisno, menegaskan bahwa kuota peserta dibatasi hanya 15 anak guna memastikan pelayanan medis berjalan maksimal dan sesuai standar kesehatan.
“Saat ini sudah ada 10 anak yang terdaftar dan sudah dilaksankan sunatan massal
Pembatasan kuota dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan serta memastikan setiap peserta mendapatkan penanganan medis yang aman dan terkontrol.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan sosial ini tidak berjalan sendiri. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk unsur TNI dan tenaga kesehatan.
Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Sanggau Sutrisno di dampibgi Angota PPWI Abang Syapawi S Pd.I menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai elemen yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Dukungan obat-obatan diberikan oleh anggota Yonif TP 833/DS, sementara tenaga medis diperbantukan dari Kodim 1204/SGU.
Danramil Meliau, peltu Jamal, turut melakukan pendampingan bersama perwakilan Dinas Kesehatan kidim 1204/Sgu, Purnawirawan Sarno, guna memastikan prosedur medis berjalan sesuai standar.
“Kegiatan ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian bersama. Semua tim bekerja sesuai tugasnya masing-masing agar pelaksanaan berjalan aman dan lancar,” ujar ketua panitia.
Bentuk Kepedulian Sosial
Sunatan massal ini tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga bagian dari misi sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kegiatan seperti ini dinilai sangat membantu keluarga yang membutuhkan.
Panitia memastikan seluruh prosedur medis dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan, serta memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan peserta.
Dengan sisa kuota lima peserta lagi, panitia mengimbau masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya agar segera menghubungi panitia sebelum penutupan pendaftaran.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara organisasi keagamaan, masyarakat, dan unsur pemerintah dalam menghadirkan aksi nyata yang bermanfaat bagi warga Kabupaten Sanggau. (Abang syapawi)






















