Kalbar,Mentari Khatulistiwa.co.id
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak mampu menjalankan operasional secara profesional sebaiknya dievaluasi hingga ditutup, guna mencegah kerugian bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Lasarus usai menghadiri kegiatan open house Idulfitri 1447 Hijriah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pontianak, Sabtu (21/3/2026).
Pernyataan itu juga dikutip dari akun resmi media sosial miliknya.
Menurut Lasarus, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak, termasuk unsur pemerintah daerah dan aparat kepolisian, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat sejatinya dalam kondisi aman.
“Stok BBM tidak langka, dalam kondisi cukup. Persoalan utama ada pada distribusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan terganggunya penyaluran BBM ke masyarakat. Pertama, keterbatasan armada distribusi, terutama pada momen Lebaran, ketika sebagian pengemudi tidak beroperasi secara maksimal.
Kedua, adanya SPBU yang telah melakukan pemesanan Delivery Order (DO), namun belum menyelesaikan kewajiban pembayaran. Kondisi tersebut mengakibatkan pihak PT Pertamina (Persero) tidak dapat menyalurkan BBM ke SPBU bersangkutan.
“Jika DO tidak dibayar, tentu BBM tidak bisa disalurkan. Ini yang kemudian menimbulkan hambatan di lapangan,” jelasnya.
Lasarus menegaskan, persoalan ini harus segera dievaluasi oleh pemerintah daerah bersama Pertamina. Ia juga mendorong adanya penegakan aturan secara tegas terhadap SPBU yang dinilai tidak profesional dalam mengelola distribusi.
“SPBU yang tidak mampu menjalankan operasional dengan baik sebaiknya ditutup. Jangan sampai justru menyulitkan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan, turut mengurai persoalan distribusi agar tidak berulang di kemudian hari.
Menurutnya, apabila stok BBM mencukupi namun tidak sampai ke masyarakat, maka perbaikan harus difokuskan pada sistem distribusi.
“Rantai distribusi sudah diatur. Jika terjadi kendala, maka harus dibenahi. Pihak yang tidak mampu menjalankan perannya dengan baik perlu dievaluasi,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Lasarus mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait ketersediaan BBM, karena berdasarkan data yang dihimpun, stok dalam kondisi aman.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup, persoalannya ada pada distribusi, dan ini sedang ditangani bersama,” pungkasnya.
(Frans Som)























