Sanggau, mentarikhatulistiwa.co.id — Indonesia kembali berduka atas gugurnya salah satu putra terbaik bangsa, Praka Farizal Rhomadhon, yang tengah menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Praka Farizal Rhomadhon yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL dilaporkan gugur pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat akibat serangan artileri yang menghantam pos penjagaan pasukan Indonesia di wilayah Desa Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia. Almarhum diketahui berasal dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan merupakan prajurit dari Yonif 113/Jaya Sakti Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda. Semasa bertugas, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin, berdedikasi, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap tugas negara.
Praka Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang anak perempuan yang masih berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta seluruh masyarakat Indonesia. �
Atas pengabdiannya, almarhum tercatat telah menerima tanda kehormatan Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam menjalankan tugas negara.
Pemerintah Indonesia dan jajaran TNI turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya personel TNI dalam misi perdamaian tersebut.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan.
(Red)























