KALBAR, Mentari Khatulistiwa.co.id
Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menegaskan akan menindak tegas para spekulan dan pihak yang menimbun BBM bersubsidi dalam jumlah besar di wilayah Kalbar.
Penegasan tersebut disampaikan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat Kapuas 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Jumat (13/3/2026).
Kapolda meminta masyarakat tidak ragu melapor kepada aparat kepolisian apabila menemukan praktik penimbunan atau pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah tidak wajar.
“Silakan laporkan ke Polda, Polres hingga Polsek jika menemukan adanya spekulan atau penimbunan BBM bersubsidi di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada kelompok atau oknum yang selama ini diduga kerap menimbun BBM, terutama menjelang Idulfitri yang biasanya diiringi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kapolda menegaskan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk melarang pembelian BBM dalam jumlah besar yang tidak normal serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.
“Saya perintahkan jajaran melarang siapa pun membeli BBM dalam jumlah besar yang tidak wajar. Harus ada larangan dan tindakan tegas,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian akan memperketat pengawasan distribusi BBM dengan berkoordinasi bersama PT Pertamina (Persero) guna memastikan pasokan tetap aman dan tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru berpotensi memicu kelangkaan BBM di lapangan.
Kapolda menegaskan langkah pengawasan hingga penyelidikan akan dilakukan secara intensif.
Jika ditemukan praktik penimbunan, aparat diminta langsung melakukan penegakan hukum.
“Lakukan penyelidikan. Kalau ada penimbunan, langsung tindak. Tidak perlu lama-lama, tangkap saja,” tegasnya.
Menurutnya, distribusi BBM harus berjalan normal agar dapat dinikmati seluruh masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang Lebaran.
TimRed*_























