Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
DaerahPendidikan

Bebek Boejang Jadi Sorotan: Limbah Hitam Berbau Menyengat di Jalan Pang Samangai Resahkan Warga

2
×

Bebek Boejang Jadi Sorotan: Limbah Hitam Berbau Menyengat di Jalan Pang Samangai Resahkan Warga

Share this article

Pontianak –Mentarikhatulistiwa.co.id-Warga di sekitar Jalan Pang Samangai, Kota Pontianak, dilanda kekhawatiran akibat munculnya limbah cair berwarna hitam pekat yang mengeluarkan bau sangat menyengat. Limbah tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas usaha Rumah Makan Bebek Boejang yang berlokasi di kawasan tersebut, dan kini menjadi keluhan utama warga sekitar karena mengganggu kenyamanan serta dikhawatirkan membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan rasa resahnya terkait kondisi lingkungan yang semakin memburuk akibat limbah tersebut. Menurutnya, bau tak sedap yang tercium sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan limbah itu.

“Limbah itu baunya sangat menyengat, benar-benar meresahkan kami yang tinggal di sekitar sini. Setiap kali bau itu tercium, kami merasa tidak nyaman bahkan sulit untuk beraktivitas di luar rumah,” ungkap warga tersebut.

Kekhawatiran warga semakin bertambah mengingat lokasi pembuangan limbah tersebut berada tidak jauh dari tempat bimbingan belajar dan pendidikan anak-anak, yakni Ganesa. Keberadaan tempat les ini membuat warga sangat cemas, karena dikhawatirkan bau dan dampak pencemaran dari limbah tersebut dapat mengganggu konsentrasi belajar serta kesehatan anak-anak yang sedang menuntut ilmu di sana.

“Yang membuat kami semakin khawatir, tepat di belakang lokasi itu ada tempat les anak-anak. Kami takut asap atau bau yang tidak sedap ini terhirup oleh anak-anak, tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan mereka dan mengganggu proses belajar mengajar,” tambahnya.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penindakan lebih lanjut. Warga menuntut agar instansi terkait memeriksa kelayakan pengelolaan limbah usaha tersebut, termasuk mengevaluasi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau izin lingkungan yang seharusnya dimiliki oleh pengelola rumah makan.

Kehadiran limbah berwarna gelap dan berbau tajam ini dinilai warga sebagai pelanggaran terhadap aturan pengelolaan limbah usaha, yang berpotensi mencemari tanah dan saluran air di sekitarnya. Warga berharap ada solusi konkret agar masalah ini segera selesai dan lingkungan kembali bersih, sehat, serta aman untuk ditinggali dan digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Rumah Makan Bebek Boejang maupun dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak terkait keluhan yang disampaikan warga ini. Warga setempat pun terus menunggu langkah nyata pemerintah daerah demi menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat Pontianak.(hen)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600