
Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bengkayang telah melakukan Rakor perdana di Kabupaten Bengkayang, pada hari Jumat, 04/09/2026.
Kegiatan Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan bertempat di Aula Paroki St.Pius X Bengkayang dan dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat yang berkecimpung dalam dunia pertanian di Kabupaten Bengkayang yang jumlahnya 17 orang.
Hadir juga Ketua Karateker DPD Tani Merdeka Indonesia Yohanes Deki sebagai tokoh yang menginisiasi terbentuknya kepengurusan DPD TMI di Bengkayang.
Kegiatan Rakorda yang dilaksanakan saat ini berfokus pada konsolidasi dan monitoring kepengurusan yang telah disusun sebelumnya, dalam kegiatan ini disepakati terpilih secara aklamasi khusus untuk formasi Ketua, Sekretaris dan Bendahara atau KSB.
Selanjutnya terpilih sebagai ketua DPD TMI adalah Yohanes Deki, kemudian sekretaris Heki Chandra dan Bendahara Rudi, M.Pd.
Dengan terpilihnya jajaran kepengurusan DPD TMI untuk jajaran KSB maka forum rapat menyusun langsung untuk formatur Wakil Ketua yang membidangi sebanyak 16 (enam belas) bidang diantaranya bidang OKK, Hubungan Antar Lembaga, Politik, Advokasi/Bantuan Hukum, Kelautan dan Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Perkebunan Kehutanan Tanaman Pangan dan Holtikultura, LITBANG, Sarpras Investasi, Usaha dan Koperasi, Industri dan Teknologi, Informasi dan Komunikasi, Sosial dan Mitigasi Bencana, serta Satgas Pertanian, Pemberdayaan Perempuan, Kepemudaan Petani.
DPD Tani Merdeka Indonesia Bengkayang akan terus melakukan langkah-langkah strategy untuk bisa menjadi sebuah rumah besar bagi Petani Indonesia di Kabupaten Bengkayang.
“Terima kasih kepada seluruh peserta rakorda perdana hari ini, setelah terbentuknya formasi yang baku untuk kepengurusan DPD TMI Bengkayang selanjutnya kita akan menyusun kelengkapan formasi lainnya, dan sesegera mungkin menggelar audiensi bersama Bupati untuk kesiapan rencana pelantikan kepengurusan lengkapnya” ucap Yohanes Deki selaku ketua DPD terpilih dihadapan forum rapat.
Dari postur organisasi tersebut dilihat sangat komplit sebagai sebuah organisasi petani yang baik. Sesuai dengan namanya Tani Merdeka Indonesia, semua elemen kepengurusan harus berasal dari semua stagholder pertanian seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Tokoh Tani, Pemerhati Tani, Kelompok Perikanan, dan Kelompok Peternakan di Indonesia. Organisasi ini dipimpin oleh Don Muzakir selaku ketua umum.
“Jika dilihat dari websitenya DPN Tani Merdeka Indonesia merupakan perpanjang tanganan dari sistem pemerintahan terutama untuk kemudahan kendali kebijakan dari pusat hingga kedaerah dan wilayah terkecil pemerintahan seperti kecamatan dan desa harus kita dukung untuk dibentuk ormas tani merdeka Indonesia ini, karena tujuannya jelas bahwa organisasi ini berkomitmen untuk mendukung para petani dalam menghadapi berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta permasalahan lainnya yang terkait dengan dunia pertanian” ucap Petrus salah satu peserta yang dan saat ini dipercaya forum untuk menjadi Wakil Ketua Bidang Politik.
Sementara Tujuan Tani Merdeka itu sendiri adalah meningkatkan pendapatan petani dengan memberikan akses ke pasar yang lebih baik, pelatihan tentang praktik pertanian modern, dan teknologi pertanian yang inovatif.
“Organisasi ini juga berfokus pada tujuan untuk pengembangan keberlanjutan lingkungan dan mendukung praktik pertanian ramah lingkungan untuk melindungi sumber daya alam dan menjaga keseimbangan ekosistem” ucap Rudi, M.Pd yang dipercaya forum rapat menjadi Bendahara.
Ormas Tani Merdeka Indonesia aktif dalam memperjuangkan hak-hak petani dalam berkehidupan kebangsaan di Indonesia. Tani Merdeka juga aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertanian berkelanjutan, keberlanjutan pangan, dan pentingnya mendukung petani lokal.
“Sebagai Ormas Petani kedepannya DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bengkayang dipastikan akan memperjuang hak petani, termasuk hak atas tanah, perlindungan terhadap pemerasan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta pendidikan untuk meningkatkan kesadaran petani tentang hak-hak mereka dalam mengelola usaha pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan” ucap Heru Kamaruzzaman selaku Wakil Ketua Bidang Perkebunan Kehutanan Tanaman Pangan dan Holtikultura,
Heru Kamaruzzaman yang dikenal Kiprahnya sudah tidak asing dibidang pertanian perkebunan selama ini sebagai ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Bengkayang.
“Sebagai Ormas Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bengkayang akan memiliki program-program terbaik untuk Petani pada umumnya,”ucap Heru.
“Semoga dengan berkiprahnya DPD Tani Merdeka Indonesia di Bengkayang kita berharap banyak hal yang akan petani peroleh seperti bantuan sosial, pendistribusian bantuan pangan kepada petani yang membutuhkan, serta pendampingan dalam pengembangan usaha pertanian kecil untuk kesejahteraan petani” tutup Adrianus Adu selaku tim Karateker yang dipercaya memfasilitasi berdirinya DPD Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Bengkayang.(Kur)



















