SANGGAU, mentarikhatulistiwa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah menggarap dua ruas jalan yang ditetapkan sebagai proyek strategis daerah tahun 2026, yakni Kedukul–Balai Sebut dan Sungai Mawang–Embaong.
Kedua proyek tersebut mendapat perhatian karena menyangkut akses masyarakat sekaligus menggunakan sumber pembiayaan pemerintah dengan nilai miliaran rupiah.
Berdasarkan keterangan Plt. Kepala Dinas PUPR Sanggau, Aris Sudarsono, ruas Kedukul–Balai Sebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara ruas Sungai Mawang–Embaong menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Untuk Kedukul–Balai Sebut, nilai DAK yang disebutkan Dinas PUPR sekitar Rp8,555 miliar, sedangkan sumber lain mengungkapkan nilainya sekitar Rp9 miliar dengan penanganan sekitar dua kilometer.
Adapun pembangunan Sungai Mawang–Embaong diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5 miliar, dengan panjang pekerjaan sekitar 1,5 kilometer. Rencana teknis yang disampaikan Dinas PUPR mencakup badan jalan selebar lima meter serta bahu beton sekitar satu meter pada sisi kiri dan kanan.
Jangan Sekadar Mengejar Serapan Anggaran
Besarnya anggaran tentu harus berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan. Pemerintah daerah tidak cukup hanya memastikan proyek berjalan, tetapi juga harus memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan infrastruktur yang benar-benar bermanfaat dan memiliki umur layanan yang baik.
Terlebih, kondisi jalan kabupaten Sanggau masih menjadi tantangan. Situs resmi Dinas PUPR mencatat panjang jalan kabupaten sekitar 964,99 kilometer, sementara persentase kondisi mantap masih relatif terbatas.
Karena itu, pelaksanaan dua proyek strategis tersebut perlu diawasi secara terbuka, mulai dari proses pengadaan, perusahaan pelaksana, nilai kontrak, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga progres fisik di lapangan.
Masyarakat juga berhak mengetahui apakah pekerjaan yang dibayar dengan uang negara benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Kualitas Pekerjaan Menjadi Kunci
Untuk ruas Sungai Mawang–Embaong, Dinas PUPR sebelumnya menyatakan perencanaan telah selesai dan pekerjaan akan masuk proses Pengadaan Barang/Jasa. Spesifikasi konstruksinya juga disebut mengikuti regulasi Kementerian PUPR.
Pernyataan tersebut menjadi penting untuk diuji di lapangan.
Sebab, ukuran keberhasilan proyek jalan bukan hanya terlihat dari jalan yang sudah diaspal atau konstruksi yang selesai secara visual. Kualitas material, ketebalan lapisan, kepadatan, drainase, bahu jalan, serta kesesuaian volume dan spesifikasi menjadi bagian penting yang menentukan daya tahan jalan.
Dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah, pengawasan dari pemerintah, aparat pengawas, DPRD, maupun masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan tidak berhenti pada serapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Publik Perlu Akses Informasi Proyek
Dinas PUPR Sanggau juga telah menyediakan informasi mengenai program infrastruktur melalui kanal resminya, termasuk informasi proyek Peningkatan Jalan Kedukul–Balai Sebut yang tercatat sebagai proyek sedang berjalan.
Ke depan, keterbukaan informasi mengenai nama kontraktor, nilai kontrak final, nomor kontrak, masa pelaksanaan, sumber dana, konsultan pengawas dan progres pekerjaan penting disampaikan kepada publik.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran daerah.
Pembangunan jalan memang dibutuhkan masyarakat. Namun kualitas pekerjaan dan transparansi penggunaan anggaran merupakan bagian yang tidak kalah penting dari pembangunan itu sendiri. (Red)



















