Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
Uncategorized

99 Mahasiswa Lulusan ISB Diharapkan Menjadi Motor Perubahan Bengkayang

18
×

99 Mahasiswa Lulusan ISB Diharapkan Menjadi Motor Perubahan Bengkayang

Share this article

Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Periode VI Tahun 2026 di Auditorium Santo Yosef, Kabupaten Bengkayang, Rabu (7/10/2026).

Sebanyak 99 mahasiswa dari empat program studi resmi diwisuda dalam kegiatan yang berlangsung lancar, tertib dan khidmat sesuai dengan seluruh rangkaian acara yang telah ditetapkan.

Sebanyak 99 wisudawan tersebut terdiri dari 32 lulusan Program Studi Manajemen, 42 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 21 lulusan Program Studi Teknologi Informasi, dan 4 lulusan Program Studi Kewirausahaan.

Dalam laporan akademik, Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Shanti Bhuana, Dr. Helena Angraeni Tjondro Sugianto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa wisuda Periode VI tidak hanya menjadi momentum pelepasan lulusan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih Institut Shanti Bhuana sepanjang tahun 2026.

“Dari 99 wisudawan tersebut, empat orang ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Periode VI Tahun 2026, yakni Selvinus Yeri, S.M. dari Program Studi Manajemen, Dian Sasmitha, S.Bns. dari Program Studi Kewirausahaan, Lamria Sitompul, S.Pd. dari Program Studi PGSD, dan Valentina Salira Ndoe, S.Kom. dari Program Studi Teknologi Informasi.

DR.Helena Angraeni juga menyampaikan sejumlah capaian akademik dan kelembagaan ISB, salah satunya adalah keberhasilan Institut Shanti Bhuana memperoleh Klaster Madya Perguruan Tinggi Tahun 2026 berdasarkan kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA periode 2022–2024.

Selain itu, sejumlah jurnal ilmiah yang dikelola ISB mengalami peningkatan peringkat akreditasi. Jurnal ELIa (Journal of Educational Learning and Innovation) dan Jifotech (Journal of Information) meningkat dari Sinta 5 menjadi Sinta 4, sementara Management and Sustainable Development Journal (MSDJ) berhasil mempertahankan peringkat Sinta 4.
Dari bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen Institut Shanti Bhuana juga berhasil memperoleh pendanaan empat penelitian dan tiga kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Hibah BIMA Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tidak hanya dosen, mahasiswa ISB juga mencatat berbagai prestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional. Prestasi tersebut meliputi bidang seni, teknologi, budaya, olahraga, hingga penelitian. Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, misalnya, berhasil meraih Juara II dan III dalam Lomba Programming Tingkat Nasional, Sementara mahasiswa Program Studi Manajemen meraih The Best Presenter pada The 7th International Research Conference on Management & Business Tahun 2026 kategori Organizational Track,” ujar Dr.Helena.

Sementara itu, senada di sampaikan Rektor ISB Marianus Dinata Alnija bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, sebab gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan.

“Wisuda bukan akhir dari proses belajar, tetapi awal dari perjalanan baru. Terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi,” pesan Rektor kepada para wisudawan.

Ia juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi bagi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi,” tegasnya.
Menurutnya, para lulusan Institut Shanti Bhuana harus mampu menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di ISB diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa.” Pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan perkembangan kelembagaan Institut Shanti Bhuana yang saat ini sedang mengusulkan perubahan bentuk dari Institut Shanti Bhuana menjadi Universitas Shanti Bhuana (UNSHABA).

“Proses perubahan bentuk tersebut saat ini berada pada tahap peninjauan.
Rektor menegaskan bahwa ISB akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kerja sama di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Dengan semangat ilmiah dan integritas akademik, para sarjana hari ini dapat menjadi pelopor yang membawa manfaat nyata bagi Kabupaten Bengkayang dan masyarakat luas.”
Alumni Diminta Tetap Jaga Nama Baik Almamater
Rektor Institut Shanti Bhuana juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. Para alumni diharapkan terus menjalin hubungan dengan Institut Shanti Bhuana serta membangun jejaring alumni yang kuat.
“Di mana pun berada, para Winisuda tetap membawa nama Institut Shanti Bhuana. Jaga integritas, etika, dan nama baik almamater,” pesan Rektor.
Wisuda Program Sarjana Periode VI ini menjadi momentum penting bagi Institut Shanti Bhuana untuk melepas 99 lulusan sekaligus menegaskan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, adaptif dan berintegritas.

Bagi Institut Shanti Bhuana, keberhasilan para lulusan tidak menjadi akhir dari hubungan antara almamater dan alumni. Para lulusan diharapkan terus berkarya, mengabdi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, sekaligus membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di ISB.

“Selamat melangkah, berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi sesama,” demikian pesan Rektor kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Institut Shanti Bhuana Periode VI Tahun 2026.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis saat menyampaikan sambutan mendorong 99 Sarjana ISB yang telah di wisuda agar bisa menjadi motor Perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada Institut Shanti Bhuana yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bengkayang.

“Pemerintah Kabupaten Bengkayang, kata Bupati, terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan indeks pembangunan manusia.
Ia menilai para sarjana memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bengkayang.

“Para sarjana perlu hadir sebagai motor perubahan melalui cara-cara yang rasional, terukur, dan berlandaskan prinsip ilmiah.”
Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan akademiknya untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Jadikan gelar sarjana sebagai mandat untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dan daya saing daerah,_ memperkuat literasi, inovasi, dan produktivitas serta membangun jejaring kolaborasi lintas disiplin demi lahirnya solusi berbasis bukti (evidence-based),” pesannya.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Bengkayang akan terus membuka ruang kolaborasi dan mendukung ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kemajuan, pemerataan kesempatan dan keberlanjutan pembangunan.
Ia pun berharap para sarjana yang diwisuda pada hari tersebut dapat menjadi pelopor yang membawa manfaat nyata bagi Kabupaten Bengkayang dan masyarakat luas.”pungkasnya. (Kr)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600