
Bengkayang—Mentarikhatulistiwa.co.id-Proyek Rehabilitasi Jalan Padat Karya di Desa Sinar Tebudak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang yang menelan anggaran Rp2.472.618.607 dari APBD Kabupaten Bengkayang, kini menuai sorotan tajam. Masih dalam tahap pengerjaan, kualitas aspal yang digunakan sudah diragukan dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Uraian Keterangan
Nama Paket Rehabilitasi Jalan Padat Karya Desa Sinar Tebudak
Nilai Anggaran Rp2.472.618.607,-
Pelaksana CV. Matnor Konstruksi Supervisi Indonesia
Konsultan Supervisi PT. Gappa Eaves Nusantara
Masa Pelaksanaan 90 Hari Kalender
Sumber Dana APBD Kabupaten Bengkayang
Temuan di Lapangan: Retak, Bergelombang, dan Komposisi Dipertanyakan
Berdasarkan pantauan media di lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026, ditemukan sejumlah kejanggalan serius:
-Retakan sudah muncul di beberapa titik, padahal pekerjaan belum selesai
Permukaan bergelombang dan tidak rata — diduga saat penghamparan suhu aspal sudah turun
-Komposisi diragukan — kuat dugaan tak sesuai Job Mix Formula (JMF), terutama takaran bahan pengisi dan kadar aspal di bawah standar
Proses produksi bermasalah,prosedur leveling diduga tanpa proses cutting, sehingga permukaan tidak rata
Aspal lambat mengeras — indikasi kuat kadar aspal dikurangi, berisiko menurunkan umur jalan secara drastis
“Jika kadar aspal dikurangi dan komposisi tidak sesuai standar, umur layanan jalan bisa turun jauh dari yang diharapkan. Kerusakan dini hampir pasti terjadi,” demikian catatan pengamatan di lokasi.
Seorang warga setempat yang enggan disebut namanya menyampaikan kekhawatirannya:
“Menurut saya, dilihat dari mutu aspalnya, jalan ini tidak mungkin bertahan lama. Apalagi sering dilewati truk pengangkut kelapa sawit. Masih dalam pengerjaan saja kondisinya sudah begini, bagaimana dua atau tiga bulan ke depan? Mungkin sudah rusak lagi.
“Kami minta dinas dan pengawas benar-benar mengawasi. Kalau pelaksana tidak kerja sesuai spesifikasi, berikan sanksi tegas. Jangan asal jadi saja. Uang negara digunakan di sini, kami berhak menuntut pertanggungjawabannya. Kalau beberapa bulan selesai sudah rusak parah, kami siap minta penjelasan semua pihak yang terlibat.”
Pengawasan Dipertanyakan, Potensi Kerugian Negara
Kasus ini mengarah pada dugaan pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Jika terbukti:
Umur jalan jauh lebih singkat dari rencana
Pemborosan anggaran daerah
Potensi kerugian keuangan negara
Konsultan supervisi dinilai belum menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan verifikasi independen di lapangan, memeriksa kesesuaian komposisi aspal dengan spesifikasi kontrak, dan memastikan pengawasan berjalan sesuai fungsinya. Uang rakyat tidak boleh habis untuk infrastruktur yang kualitasnya di bawah standar.



















