
SANGGAU, mentarikhatulistiwa.co.id – Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026, Kamis (29/10/2026). Penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Bupati Sambas, jajaran Forkopimda Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sambas, serta sejumlah undangan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sanggau menyampaikan bahwa Festival Budaya Sabang Merah 2026 bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan menjadi ruang perjumpaan budaya, kreativitas, interaksi sosial, sekaligus sarana memperkuat perekonomian masyarakat.

Seluruh rangkaian festival yang berlangsung selama enam hari tersebut mempertemukan sembilan kebudayaan yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman masyarakat Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Setiap kebudayaan menampilkan identitas, sejarah, tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Keberagaman tersebut menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat Sanggau hidup dalam perbedaan, tetapi tetap menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan kebersamaan.
Melalui Festival Budaya Sabang Merah 2026, masyarakat tidak hanya disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diajak untuk memperkuat sikap saling menghormati, menjaga kerukunan antaretnis, serta melestarikan warisan budaya daerah.
Selain menjadi ajang pelestarian kebudayaan, festival ini juga memberikan ruang bagi para pelaku seni, komunitas budaya, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan kreativitas serta produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia penyelenggara, pelaku seni dan budaya, komunitas, pelaku UMKM, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan bekerja sama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Keberhasilan penyelenggaraan Festival Budaya Sabang Merah 2026 diharapkan menjadi motivasi untuk terus merawat keberagaman, menjaga kelestarian kebudayaan, dan memperkuat tali persaudaraan antaretnis di Kabupaten Sanggau.
Semangat kebersamaan dan persatuan tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Sanggau yang semakin maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Festival Budaya Sabang Merah 2026 menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun Sanggau yang harmonis.
Salam Budaya!



















