Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
KebudayaanNasionalPendidikan

Kisah Pengabdian Tagana Melawi, Layani Dapur Pengungsi, Evakuasi Bencana Hingga Makamkan COVID 19

22
×

Kisah Pengabdian Tagana Melawi, Layani Dapur Pengungsi, Evakuasi Bencana Hingga Makamkan COVID 19

Share this article

Melawi,Mentari Khatulistiwa.co.id
Dalam setiap bencana, selalu ada satu momen yang paling sunyi: ketika orang-orang memilih menjauh demi keselamatan, namun ada sekelompok orang yang justru melangkah mendekat. Di Kabupaten Melawi, mereka dikenal sebagai Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Bagi masyarakat, Tagana mungkin terlihat sebagai relawan berseragam biasa yang hadir saat banjir, kebakaran, atau musibah lainnya.

Namun di balik itu, ada kisah pengabdian yang tak banyak diketahui, terutama saat pandemi Covid-19 melanda Melawi pada tahun 2021 — masa paling kelam yang pernah dialami banyak keluarga.

Garda Terdepan di Saat Paling Menakutkan
Ketika pandemi mencapai puncaknya, ketakutan menyelimuti hampir setiap sudut daerah. Banyak orang bahkan tak berani mendekat ketika ada kabar duka akibat Covid-19. Namun di saat itulah anggota Tagana Melawi justru mengambil peran yang tak semua orang sanggup melakukannya.

Siang dan malam, mereka menjadi bagian dari tim pemakaman jenazah pasien Covid-19. Dengan alat pelindung diri lengkap, mereka menjalankan prosedur ketat, mengurus jenazah dengan penuh kehormatan, sekaligus memastikan pemakaman berjalan sesuai protokol kesehatan.

Risikonya bukan kecil. Mereka berhadapan langsung dengan potensi paparan virus mematikan. Di rumah, keluarga menunggu dengan rasa cemas. Namun panggilan kemanusiaan membuat mereka tetap melangkah.
Tak ada sorotan, tak ada tepuk tangan meriah. Yang ada hanya keikhlasan.

“Kalau bukan kita yang bantu, siapa lagi?” menjadi kalimat sederhana yang menggambarkan semangat para relawan saat itu.

Bagi banyak keluarga korban, Tagana bukan sekadar petugas. Mereka adalah orang-orang terakhir yang mengantar kepergian orang tercinta ketika keluarga bahkan tak bisa mendekat.

Hadir Saat Air Naik, Harapan Turun
Pengabdian Tagana tak berhenti di masa pandemi. Saat banjir besar melanda sejumlah wilayah di Melawi, peran mereka kembali terasa nyata.

Di tengah rumah-rumah yang terendam dan warga yang terpaksa mengungsi, Tagana Melawi bergerak cepat mendirikan dapur umum. Asap dari tungku-tungku darurat mengepul sejak pagi, menjadi penanda bahwa ada harapan yang sedang dimasak di sana.

Relawan Tagana memasak dalam jumlah besar, menyiapkan nasi, lauk, dan minuman hangat untuk para pengungsi. Bagi warga yang kehilangan akses dapur dan bahan makanan, kehadiran dapur umum ini bukan hanya soal logistik — tapi juga tentang rasa peduli.

Anak-anak, lansia, hingga ibu hamil menjadi prioritas. Tagana memastikan makanan tersalurkan merata, bahkan ke titik-titik pengungsian yang sulit dijangkau.
Dalam situasi serba terbatas, mereka bekerja tanpa banyak keluh. Basah oleh hujan, lelah oleh kurang tidur, namun tetap sigap melayani.

Pengabdian yang Sering Tak Terdengar
Apa yang dilakukan Tagana Melawi adalah potret nyata relawan kemanusiaan: bekerja dalam diam, hadir di saat genting, dan pergi tanpa banyak pujian.

Mereka bukan aparat bersenjata, bukan pula tenaga medis. Namun di garis depan kemanusiaan, peran mereka sering kali menjadi penghubung antara bantuan dan harapan.

Kisah mereka saat memakamkan korban Covid-19 dan menghidupkan dapur umum saat banjir adalah bukti bahwa keberanian tidak selalu berbentuk heroik di layar kaca. Kadang, keberanian hadir dalam bentuk kesediaan melakukan tugas paling berat demi orang lain.

Kini, ketika berbagai program penguatan kapasitas dan dukungan untuk relawan terus dibahas, pengabdian Tagana Melawi menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, ada para relawan yang selalu datang saat semua orang menjauh.

Dan bagi masyarakat Melawi, mereka bukan sekadar Tagana.
Mereka adalah penjaga kemanusiaan di saat paling sulit.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana/Frans

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600