SINTANG, KALIMANTAN BARAT ,mentarikhatulistiwa.co.id– Proyek perkuatan tebing di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sintang, bukan hanya terlambat hingga 3 Bulan, tetapi juga menimbulkan kecemasan mendalam bagi Warga setempat yang telah menunggu penyelesaiannya dengan harapan akan Keamanan jalan yang lebih baik.
Dalam wawancara khusus pada hari Selasa (13/01/2026) pukul 16.26 WIB, Pengawas Lapangan SMA Pak Nopi mengakui bahwa keterlambatan pekerjaan memang terjadi. “Pekerjaan ini emang sudah terlambat, diakibatkan oleh Alat rusak dan juga Kondisi alam terkait debit air Sungai yang harus memenuhi Standar teknis, sehingga kita harus menunggu Musim hujan,” jelasnya.
Proyek yang mulai berjalan sejak 25 Juli 2025 telah memasuki hari ke-160 dari jadwal Kalender, dengan nilai Kontrak mencapai Rp20.179.800.000. Setelah investigasi mendalam, ditemukan bahwa beberapa Titik turap dalam pelaksanaan proyek tidak dikerjakan dengan maksimal.
Berdasarkan peraturan Pemerintah yang berlaku, pelanggaran atau ketidakcukupan dalam Konstruksi proyek dapat dikenai sanksi berat – mulai dari denda Administrasi, penghentian sementara Pekerjaan, pencabutan izin bagi Kontraktor, hingga tindakan Pidana jika ditemukan unsur penyalahgunaan Anggaran atau korupsi sesuai ketentuan Hukum.
Kondisi proyek yang penuh dengan masalah ini menjadi sorotan krusial bagi semua Pihak terkait. Semoga dengan ditemukannya kekurangan tersebut, segera ditemukan solusi tepat untuk menyelesaikan Pekerjaan, memenuhi harapan Warga, serta tegakkan kepatuhan pada aturan yang ada.pintanya” ( Red)
























