Melawi,Mentri Khatulistiwa.co.id
Keheningan dini hari di kawasan pertokoan Jalan Juang Kilometer 01, Dusun Gawi, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, tiba-tiba terobek oleh kepulan asap tebal dan lidah api yang menjulang tinggi, Rabu (27/5/2026).
Jarum jam baru menunjukkan pukul 00.30 WIB ketika percikan pertama berubah menjadi bencana. Sekitar 16 unit rumah toko (ruko) 12 unit di deretan depan dan 4 unit di bagian belakang ludes dilahap si jago merah dalam peristiwa yang berlangsung mencekam hingga menjelang subuh.
Berawal dari Letupan
Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi menuturkan, api pertama kali tampak menyembul dari bagian belakang salah satu ruko. Sebelum kobaran membesar, warga sempat mendengar suara letupan keras yang memecah kesunyian malam. Hanya dalam hitungan menit, api bergerak liar, merambat naik ke lantai dua, dan dengan cepat menghanguskan bangunan demi bangunan.
Kondisi ruko yang sebagian besar bersifat semi permanen material kayu berdiri berdempetan satu sama lain menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api. Ruko-ruko yang terbakar diketahui menampung beragam usaha warga, mulai dari toko sembako, lapak sayur mayur, warung kopi, toko pertanian, bengkel, toko elektronik, hingga toko perlengkapan rumah tangga tempat di mana sebagian besar pemiliknya menggantungkan hidup.
Empat Jam Pertarungan Melawan Api
Pemadaman bukan perkara mudah. Selama hampir empat jam, petugas gabungan berjibaku melawan kobaran api yang terus mengembang. Berbagai armada dikerahkan ke lokasi, di antaranya tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta tiga unit pick-up Robin dari BSPBK Nanga Pinoh, satu unit Water Canon milik Polres Melawi, dua unit mobil tangki PDAM Tirta Melawi, dua unit mobil tangki PT AP 21, serta armada dari BPBD Melawi.
Warga sekitar pun tak tinggal diam mereka bahu-membahu membantu petugas, berusaha menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan.
Api baru berhasil dijinakkan sepenuhnya sekitar pukul 04.15 WIB, setelah perjuangan panjang yang melelahkan namun penuh kebersamaan.
Belum Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Dihitung
Kepala BPBD Melawi, Dr. Daniel, memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan sangat besar.
“Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar dan masih dilakukan pendataan lebih lanjut,” ungkap Dr. Daniel.
Ia juga menjelaskan, konstruksi bangunan semi permanen yang saling berimpitan menjadi tantangan terbesar dalam upaya pemadaman. “Material bangunan yang sebagian besar semi permanen dan posisinya yang berdempetan membuat api sangat cepat merambat,” tambahnya.
Garis Polisi Dipasang, Penyelidikan Dimulai
Pasca-kejadian, aparat kepolisian bersama instansi terkait segera memasang garis polisi di sekeliling lokasi. Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, termasuk mengonfirmasi apakah suara letupan yang terdengar warga berkaitan dengan sumber api.
Sementara itu, para pemilik usaha yang kehilangan tempat mencari nafkah sudah mulai berdatangan ke lokasi. Dengan tangan kosong, mereka menyisir puing-puing yang tersisa menyimpan duka yang tak mudah diucapkan, dan harapan yang belum sepenuhnya padam.
Red_*





























