Example floating
Example floating
Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
DaerahKebudayaan

Wakapolres Sanggau Hadiri Pembukaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII, Wujud Sinergi Polri Mengawal Pelestarian Budaya dan Persatuan

8
×

Wakapolres Sanggau Hadiri Pembukaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII, Wujud Sinergi Polri Mengawal Pelestarian Budaya dan Persatuan

Share this article

Sanggau, Polda Kalbar,mentarikhatulistiwa.co.id – Semangat pelestarian budaya Dayak kembali menggema di Kabupaten Sanggau melalui pembukaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 600 tamu undangan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat di Kalimantan Barat.

Mewakili Kapolres Sanggau, Wakapolres Sanggau, Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, pejabat pemerintah, serta para tamu dari dalam maupun luar negeri sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., Anggota DPR RI Paolus Hadi, S.IP., M.Si., Anggota DPR RI Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius, S.H., M.Si., Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Bupati Sekadau Aron, S.H., Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Wakil Bupati Landak Erani, S.T., serta jajaran Forkopimda, Dewan Adat Dayak, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, dan organisasi kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 08.45 WIB dengan prosesi penyambutan adat di gerbang Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor. Para tamu kehormatan mengikuti ritual adat berupa pengalungan syal, Pomang Pembuka, Pancong Buluh Muda, injak telur, tabur beras kuning, tari penyambutan, hingga tradisi Tincong Tuak sebagai simbol penghormatan dan penerimaan tamu secara adat.

Selanjutnya, pada pukul 09.10 WIB, seluruh tamu kehormatan menuju Jurokng dan Balai Adat untuk mengikuti Ritual Adat Mpodo Osa, yang merupakan bagian penting dari rangkaian sakral Gawai Nosu Minu Podi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan keberlangsungan kehidupan masyarakat Dayak.

Memasuki pukul 10.05 WIB, pembukaan resmi Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII dilaksanakan di halaman Rumah Betang Raya dengan mengusung tema “Dayak Lestari dan Bermartabat”. Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat Dayak untuk terus menjaga identitas budaya sekaligus membangun masyarakat yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Suasana pembukaan berlangsung semarak melalui defile budaya yang diikuti Dewan Adat Dayak dari 15 kecamatan se-Kabupaten Sanggau. Beragam busana adat, tarian tradisional, dan simbol budaya daerah menjadi daya tarik tersendiri yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

Rangkaian seremoni dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Kota Sanggau, Mars Perjuangan Dayak Nasional, serta Mars Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus identitas budaya masyarakat Dayak.

Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026, Marselus Junihardi, S.Hut., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sehingga dapat berjalan sesuai rencana dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Pemuntuh Agung Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau sekaligus Anggota DPR RI, Paolus Hadi, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan Gawai Nosu Minu Podi yang telah memasuki tahun ke-22 merupakan bukti nyata konsistensi masyarakat Dayak bersama pemerintah dalam menjaga eksistensi adat, budaya, dan identitas lokal.

Ia juga menyampaikan bahwa negara masih memberikan pengakuan terhadap keberadaan masyarakat adat beserta kelembagaan adat hingga tingkat nasional. Menurutnya, pelestarian bahasa ibu dan budaya lokal menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Thadeus Yus, S.H., M.H., mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi mengenai implementasi hukum adat dengan ketentuan hukum nasional, termasuk penyesuaian terhadap KUHP baru sehingga dapat berjalan selaras tanpa menimbulkan perbedaan penafsiran.

Selain itu, ia juga berharap adanya percepatan pengakuan kawasan hutan adat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Sanggau yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si., menyampaikan kabar membanggakan bahwa pada tahun 2026 tradisi dan ritual leluhur Nosu Minu Podi telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh Kementerian Kebudayaan.

Menurut Yohanes Ontot, Gawai Adat bukan sekadar pesta budaya, tetapi merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, ruang memperkuat identitas budaya, sekaligus media pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tetap bangga terhadap adat, seni, bahasa, dan tradisi Dayak.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Gawai sebagai penggerak ekonomi daerah melalui promosi UMKM, ekonomi kreatif, kerajinan lokal, serta produk khas Dayak yang berpotensi menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, Bupati Sanggau mengimbau seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan program sensus penduduk sebagai bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berbasis data akurat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat toleransi antar suku, agama, dan budaya sehingga Kalimantan Barat tetap menjadi daerah yang aman, damai, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan.

Mewakili Kapolres Sanggau, Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan adat merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian budaya sebagai aset bangsa.

“Polri tidak hanya hadir sebagai pelaksana pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga ruang-ruang kebudayaan. Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan tradisi ini dengan penuh kebanggaan,” ujar Kompol Radian.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, serta aparat keamanan menjadi modal utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan agenda budaya juga mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Kabupaten Sanggau.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 7 hingga 9 Juli 2026, panitia turut menggelar berbagai perlombaan budaya seperti lomba tari kreasi Dayak, masakan tradisional, menyumpit, menumbuk padi, lagu daerah, Domamank Domia, melukis perisai, pangka gasing, memahat, Abang Ayonk, hingga Mensongeng yang melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Usai pembukaan resmi, para tamu undangan melaksanakan ramah tamah dan mengunjungi stan UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat Dayak. Kehadiran stan-stan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis budaya.

Untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polres Sanggau menerjunkan personel pengamanan sesuai Surat Perintah Kapolres Sanggau tentang Pengamanan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXII Tahun 2026. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, instansi terkait, panitia, serta pengamanan internal adat sehingga seluruh rangkaian pembukaan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif. (Dny Ard / Humas Res Sgu)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600