Bengkayang, mentari khatulistiwa.co.id- Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar rapat koordinasi darurat bersama Pertamina, Polres, SPBU, dan ekspedisi untuk membahas kelangkaan BBM, Kamis (9/7/2026).
Rapat di Pimpin langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M. mengungkap bahwa jumlah kuota solar Bersubsidi hanya 11.000 liter per hari dengan batas beli 60 liter per kendaraan.
Selain itu, infrastruktur jalan Juga sebagai Kendala hanya mampu dilalui truk bermuatan 8 ton, dan tingginya mobilitas pendistribusian, armada Pertamina yang dapat beroperasi ke wilayah Kabupaten Bengkayang hanya berkapasitas 5 KL, sehingga pasokan ke SPBU terpangkas dari 8 KL menjadi 5 KL.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kabag OPS Kompol Rismanto Ginting menyoroti maraknya kendaraan yang bolak-balik mengantre.
Sementara itu perwakilan dari pihak SPBU menegaskan tidak bisa menambah kuota karena terikat aturan dan hanya melayani umum.
Pada Kesempatan Tersebut Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis meminta agar angkutan umum diprioritaskan, menjaga stabilitas harga jual, dan Pemerintah akan menyesuaikan data kendaraan yang tergolong Penerima Subsidi atau Non Subsidi (Industri).
Selain itu Ketua DPRD Bengkayang Debit, S.H serta pihak ekspedisi mendesak Pertamina dan SPBU memberikan solusi nyata, dengan tuntutan penambahan kuota dan penyesuaian harga sesuai HET.
Kemudian dari hasil rapat menyepakati perlunya langkah konkret agar distribusi BBM tepat sasaran dan antrean segera terurai.
Penulis : Kurnadi
Publish : Ms





























