Semade, Mentarikhatulistiwa.co.id – Lius alias Ambeng, warga Kampung Alam Desa Semade Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, pada Jumat (10/7/2026).
Korban Lius atau Ambeng yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu 5 Juli 2026 lalu akhirnya setelah dalam pencarian panjang saat ditemukan sudah meninggal dunia pada Jumat 10 Juli 2026 di daerah aliran Sungai Semade, Kecamatan Banyuke Hulu.
“Berdasarkan penelusuran media ini Penemuan ini berawal dari upaya warga yang terus melakukan pencarian sejak korban tidak pulang dari pondok ladangnya. Pihak keluarga dan warga bahkan sempat melakukan ritual adat menurut kepercayaan warga setempat agar korban segera ditemukan.
Berdasarkan Informasi dari warga setempat, almarhum terakhir diketahui pergi ke pondok ladangnya. Namun hingga waktu yang cukup lama tidak kunjung pulang ke rumah, yang tentunya membuat khawatir pihak keluarga atas kepergian korban yang tidak kembali seperti biasanya saat pulang dari ladang.
Karena korban tidak kunjung pulang, akhirnya dilakukan pencarian secara bersama-sama. Dan tujuan utama yaitu melakukan pencarian ke lokasi ladang seperti awalnya korban diketahui oleh keluarganya hendak ke Landang.
Namun saat tiba dilokasi Pondok milik korban, sempat khawatir karena pondok didapati sudah dalam keadaan hancur tertimpa pohon, sementara korban sendiri tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Melihat sotuasi yang ada dilokasi pondok ladang korban, dugaan sementara bahwa almarhum mengalami cedera saat pondoknya tertimpa pohon. Dan diduga dalam kondisi cedera mungkin korban berusaha pulang kerumah, namun pada saat yang sama terjadi hujan deras dan disekitar jalan yang dilewati terjadi banjir arus air cukup deras, yang memungkinkan korban terseret arus deras air sungai sehingga hanyut.
Kapolres Landak melalui Kapolsek Menyuke IPTU I Nyoman Astika, S.H saat dikonfirmasi Sabtu (11/7/2026) menjelaskan kronologi penemuan jenazah.
“Berawal pada hari Jumat 10 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB saksi saudara Dandri dan saudara Junior Depo hendak mencari buah durian yang tidak jauh dari lokasi ditemukan korban. Pada saat itu saksi tidak mendapat buah durian,” jelas IPTU Nyoman.
Setelah itu, saksi hendak mandi di sungai Semade. Ketika hendak mandi saksi mencium bau busuk disekitar lokasi tersebut. Kemudian saksi saudara Junior Depo melihat tubuh korban sudah mengapung di daerah aliran sungai Semade,
” Melihat hal tersebut, kedua saksi langsung lari ke kampung memberitahu warga atas adanya penemuan mayat. Tidak lama kemudian wargapun berdatangan ke lokasi kejadian.
Informasipun segera menyebar dan Kepala Dusun Semade kemudian memberitahu kejadian tersebut kepada anggota piket jaga Polsek Menyuke,” kata IPTU Nyoman.
Penemuan jenazah ini menjadi duka bagi keluarga dan warga Kampung Alam Desa Semade. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan melakukan proses pemakaman.
Pihak kepolisian juga meyakinkan bahwa pihak keluarga mengikhlaskan kejadian ini dengan menandatangi surat penolakan autopsi jenasah korban. Kapolsek juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di ladang maupun di sekitar aliran sungai, terutama pada musim hujan.
Penulis : Kurnadi





























