Example floating
Example floating
Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
DaerahPendidikan

GPD GOES TO SCHOOL TUNTAS DIGELAR, PEMUDA SUNGAI SEGAK DORONG PELAJAR DESA SIAP HADAPI ERA DIGITAL

15
×

GPD GOES TO SCHOOL TUNTAS DIGELAR, PEMUDA SUNGAI SEGAK DORONG PELAJAR DESA SIAP HADAPI ERA DIGITAL

Share this article

Sungai Segak, Landak ,mentarikhatulistiwa.co.id– Gerakan Pemuda Desa (GPD) Sungai Segak resmi menuntaskan rangkaian kegiatan GPD Goes To School yang dilaksanakan selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Agustus 2026. Program yang menyasar pelajar tingkat Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas ini menjadi salah satu langkah nyata pemuda desa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, literasi digital, kepemimpinan, dan penguatan motivasi belajar.

Kegiatan diawali pada 10 Agustus 2026 dengan kunjungan ke MA Al-Multazam dan dilanjutkan ke MAS Al-Hikmah. Pada 11 Agustus 2026, tim GPD Sungai Segak melaksanakan kegiatan di MA At-Ta’lim I dan SMAS At-Ta’lim II. Selanjutnya, rangkaian program ditutup pada 13 Agustus 2026 di MA/SMA Babul Ulum sebagai lokasi terakhir pelaksanaan sekaligus penutupan resmi kegiatan GPD Goes To School Tahun 2026.

Ketua Gerakan Pemuda Desa (GPD) Sungai Segak, Wakip Tanjung, S.Pd., menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mendukung dunia pendidikan. Menurutnya, pemuda bukan untuk menggantikan tugas guru di sekolah, melainkan hadir sebagai mitra pendidikan yang mampu memberikan pendampingan, motivasi, serta membuka wawasan baru bagi pelajar desa. Pemuda juga diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penghubung antara dunia pendidikan dengan perkembangan zaman yang terus berubah.

Dalam setiap sesi kegiatan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. GPD menekankan bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan digital, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Melalui program GPD Goes To School, para pelajar diajak untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Selain memberikan motivasi, GPD juga memperkenalkan berbagai program berkelanjutan yang akan menjadi fokus pembinaan pemuda terhadap pelajar desa pada masa mendatang.

Beberapa program yang diperkenalkan meliputi pendampingan belajar dan pengembangan diri melalui mentoring pelajar, peningkatan literasi digital dan pemanfaatan AI secara positif, pelatihan public speaking dan kepemimpinan, pengenalan kewirausahaan dan keterampilan praktis, hingga pemetaan potensi pelajar pada bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, organisasi, dan berbagai bidang lainnya. Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar desa untuk berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, GPD juga menyoroti persoalan anak putus sekolah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menurut Wakip Tanjung, upaya mencegah putus sekolah tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemuda agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan.

GPD menilai bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah melalui pendataan dan pendekatan secara langsung. Setelah itu, berbagai faktor penyebab seperti kondisi ekonomi, lingkungan keluarga, kurangnya motivasi belajar, hingga pengaruh pergaulan harus dipetakan agar solusi yang diberikan tepat sasaran.

Lebih jauh, GPD menegaskan bahwa pendidikan harus mampu memberikan harapan dan gambaran masa depan yang jelas bagi pelajar. Anak-anak perlu memahami bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan peluang kerja, pengembangan keterampilan, hingga kesempatan membangun usaha sendiri. Dengan demikian, mereka memiliki alasan yang kuat untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

Berakhirnya rangkaian GPD Goes To School bukanlah akhir dari gerakan pendidikan yang diinisiasi pemuda desa. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai program pembinaan yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan di Desa Sungai Segak.

Melalui gerakan ini, GPD Sungai Segak berharap dapat membangun optimisme baru bahwa anak-anak desa memiliki kemampuan dan potensi yang tidak kalah dengan daerah lain. Dengan kesempatan yang lebih luas, pendampingan yang berkelanjutan, serta kepercayaan dari lingkungan sekitar, generasi muda desa diyakini mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional. Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam penutupan kegiatan, anak-anak desa bukanlah generasi yang kekurangan potensi, melainkan generasi yang membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang.

Reporter : Tim Media GPD Sungai Segak
Editor : Gerakan Pemuda Desa (GPD) Sungai Segak
Tanggal Terbit : 13 Agustus 2026

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600