
Pontianak–Mentarikhatulistiwa.co.id-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Barat memperkuat jalinan komunikasi dan kepercayaan dengan seluruh pemangku kepentingan melalui kegiatan Forum Silaturahmi Perpajakan yang berlangsung di Aula Kanwil DJP Kalbar, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Melangkah Bersama Bersatu Membangun Negeri, Pajak Tumbuh Indonesia Tangguh”, kegiatan ini dihadiri 73 peserta yang terdiri dari perwakilan Wajib Pajak Badan maupun Orang Pribadi, asosiasi perpajakan, akademisi, awak media, serta jajaran pimpinan KPP Pratama se-Kalbar dan pegawai Kanwil.
Kegiatan dibuka dengan laporan Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalbar, Mu’alif, yang menegaskan forum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah dialog untuk membangun transparansi dan sinergi. “Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjaring aspirasi guna terus meningkatkan mutu pelayanan perpajakan sekaligus mendukung survei kepuasan pengguna layanan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Kalbar, Dudi Efendi Karnawidjaya, menekankan bahwa penerimaan pajak yang sehat harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha.
“Pajak adalah tanggung jawab dan kepentingan kita bersama. Kepatuhan yang kita harapkan harus tumbuh dari pemahaman, pelayanan yang baik, kepastian hukum, serta kepercayaan yang terbangun di antara kita semua,” ucap Dudi.
Di tengah maraknya penipuan bermodus mengatasnamakan lembaga negara, Dudi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Beliau menegaskan bahwa DJP tidak pernah meminta pembayaran pajak secara langsung atau meminta data pribadi melalui saluran tidak resmi.
“Pembayaran pajak hanya melalui bank persepsi dengan kode billing resmi dari sistem Coretax DJP. Jangan mudah tergiur atau menyerahkan data kepada pihak yang tidak dikenal,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Dudi juga memaparkan gambaran realisasi penerimaan pajak serta peran sektor-sektor utama penopang perekonomian Kalimantan Barat—perdagangan, industri manufaktur, dan pertanian—yang sekaligus menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak di daerah.
- Yuse Chaidi Amzar (Bank Kalbar): Menegaskan komitmen pihaknya untuk terus taat pajak serta mendukung integrasi sistem pembayaran pajak elektronik guna mengoptimalkan penerimaan daerah dan pertumbuhan ekonomi Kalbar.
- Susanto Lim (Wajib Pajak): Memuji kemudahan layanan digital Coretax yang memungkinkan pelaporan pajak dari mana saja, serta memuji sikap petugas yang semakin santun dan humanis. Ia juga mengusulkan sosialisasi masif terkait regulasi baru dan keterbukaan informasi penggunaan dana pajak.
- Henny Nurlaeli (Ketua IKPI Cabang Pontianak): Menyambut baik keterbukaan Kanwil DJP Kalbar dan berkomitmen agar para konsultan pajak senantiasa menjadi mitra strategis dalam mendampingi wajib pajak. Kegiatan pelatihan bersama diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin.
- Reni Dwi Widyastuti (Wakil Rektor Universitas Panca Bhakti): Mengusulkan agar DJP menyediakan akses platform Coretax versi edukasi atau simulasi di perguruan tinggi, guna memperkuat pemahaman mahasiswa dan calon wajib pajak.
- Daeng Hermansyah (Perwakilan Media): Meminta perluasan jangkauan sosialisasi hingga ke daerah pelosok melalui media massa lokal, mengingat belum seluruh masyarakat memahami sistem Coretax maupun kebijakan perpajakan terbaru.
Menanggapi beragam masukan yang disampaikan, pimpinan Kanwil DJP Kalbar menyambut baik seluruh aspirasi tersebut dan berkomitmen untuk terus membuka diri, memberikan pendampingan edukasi secara inklusif, serta mengerahkan tenaga penyuluh ke berbagai wilayah.
Diharapkan melalui kegiatan ini, hubungan kemitraan dan komunikasi dua arah antarinstansi dengan pemangku kepentingan semakin erat dan berkelanjutan. Kepatuhan sukarela yang terbangun diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan negara demi kesejahteraan dan pembangunan masyarakat di Kalimantan Barat. (Hen)



















