Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
Uncategorized

Jembatan Sekayu Amblas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas — PUPR Sanggau Janji Segera Tangani

58
×

Jembatan Sekayu Amblas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas — PUPR Sanggau Janji Segera Tangani

Share this article

SANGGAU, mentarikhatulistiwa.co.id – Kondisi Jembatan Sekayu di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, mulai mengkhawatirkan. Kerusakan pada bagian pondasi tiang penyangga menyebabkan lantai jembatan mengalami ambles atau penurunan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengambil langkah pembatasan terhadap kendaraan bermuatan berat. Untuk sementara, kendaraan berat dilarang melintas guna menghindari beban berlebih yang berpotensi memperparah kerusakan struktur jembatan.

Kerusakan ini menjadi perhatian serius karena jembatan merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat. Jika tidak segera ditangani, kondisi lantai jembatan yang terus mengalami penurunan dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran mobilitas warga.

Pada Selasa, 22 September 2026, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, bersama jajaran forkopimcan serta Pemerintah Desa Sosok turun langsung meninjau kondisi Jembatan Sekayu.

Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar bagi Dinas PUPR untuk menyiapkan langkah penanganan. Dinas PUPR menyatakan pemeliharaan dan perbaikan akan segera dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun perencanaan teknis sesuai kondisi kerusakan di lapangan.

Aris Sudarsono mengatakan, penanganan nantinya diarahkan agar jembatan kembali berfungsi, dengan memanfaatkan material yang masih memungkinkan digunakan.

“Dalam waktu dekat nanti kita bersama tim membuat perencanaannya. Yang penting fungsional terlebih dahulu. Semaksimal mungkin kita manfaatkan material yang ada,” ujar Aris.

Menurut Aris, terdapat beberapa alternatif teknis yang masih harus dikaji oleh tim sebelum pekerjaan dilaksanakan. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi struktur serta kebutuhan di lapangan.

Keselamatan Jadi Prioritas
Sementara itu, Camat Tayan Hulu, Laurianus Yoko, menegaskan pembatasan kendaraan berat merupakan langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Ia mengimbau masyarakat dan para pengguna jalan agar mematuhi pembatasan tersebut sampai proses perbaikan selesai dan jembatan dinyatakan aman untuk dilalui.

“Untuk sementara kita harus membatasi kendaraan berat sambil menunggu proses perbaikan. Ini demi keselamatan bersama dan untuk mencegah kerusakan jembatan semakin parah,” kata Laurianus.

Pemerintah kecamatan berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga memperhatikan kondisi pondasi dan struktur penyangga agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Masyarakat pun kini menunggu realisasi perbaikan yang telah dijanjikan Dinas PUPR. Sebab, selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, keberadaan Jembatan Sekayu berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas warga dan arus transportasi di wilayah Desa Sosok dan sekitarnya.

Hingga proses perbaikan dilakukan, masyarakat diminta tidak mengabaikan rambu maupun pembatasan kendaraan berat yang telah diberlakukan. (red)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600