Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
Uncategorized

Proyek Rp1,341 Miliar Hancur Lebur: Pengawas Gedung Balai Nikah KUA Kapuas Sanggau Mengaku Tak Paham Gambar & RAB

29
×

Proyek Rp1,341 Miliar Hancur Lebur: Pengawas Gedung Balai Nikah KUA Kapuas Sanggau Mengaku Tak Paham Gambar & RAB

Share this article

Sanggau —Mentarikhatulistiwa.co.id-Anggaran negara senilai Rp1,341 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tampaknya terbuang sia-sia. Bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas ibadah dan pelayanan warga kini hancur lebur, dan fakta yang terungkap justru mengundang keprihatinan sekaligus kemarahan.

Proyek yang bersumber dari DIPA Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat ini memunculkan sejumlah kejanggalan serius, terutama pada aspek pengawasan dan kualitas konstruksi.

Salah satu temuan paling mencolok adalah pengakuan langsung dari pihak yang ditugaskan mengawasi jalannya proyek tersebut.

“Yang paling parah, pengawas proyek sendiri mengakui tidak memahami gambar kerja maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).” — ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pengakuan ini secara gamblang membuktikan lemahnya sistem pengawasan di lapangan. Dana rakyat miliaran rupiah dikelola tanpa pengawasan yang kompeten dan memadai.

Konstruksi Sembarangan, Kualitas Dipertanyakan
Warga sekitar yang menyaksikan proses pembangunan sejak awal mencatat berbagai kelalaian mendasar dalam pelaksanaan konstruksi:

  • Kayu cerucuk penopang pondasi hanya berdiameter 5–6 sentimeter, dengan jumlah sekadar 4 batang pada setiap tapak — jauh dari standar keamanan yang seharusnya.
  • Pencampuran cor pondasi dilakukan tanpa takaran baku; pasir, batu, dan semen dicampur asal-asalan.
  • Alat ukur mutu beton tidak digunakan sama sekali.

Akibatnya, kekuatan struktur bangunan diragukan sejak awal, dan keruntuhan yang terjadi yang akan menjadi bukti nyata pemborosan keuangan negara.

Kasus ini kini menjadikan Kecamatan Kapuas, Sanggau, sebagai sorotan publik. Masyarakat menuntut adanya penelusuran menyeluruh, mulai dari proses pengadaan, pelaksanaan, hingga mekanisme pengawasan yang diduga gagal total.

Warga berharap instansi terkait segera menindaklanjuti, memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan kerugian negara dapat dipulihkan. (TIM)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600