
SANGGAU, mentarikhatulistiwa.co.id – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sebanyak enam ruas jalan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun 2026 dikabarkan seluruhnya terakomodasi dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar.
Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan infrastruktur jalan, memperlancar konektivitas antarkawasan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Kita untuk program-program dari pemerintah pusat melalui dana APBN, misalkan saja sekarang ada program Inpres Jalan Daerah, kemudian ada program DAK, Dana Alokasi Khusus maupun Dana DBH Sawit,” kata Aris, Senin (12/10/2026).
Ia menyampaikan, berdasarkan informasi terbaru yang diterima, enam ruas jalan yang diusulkan Kabupaten Sanggau melalui program IJD tahun ini telah terakomodasi seluruhnya.
“Usulan kita yang enam ruas jalan itu semua terakomodasi, kurang lebih totalnya Rp100 miliar. Informasi satu atau dua minggu ini akan tender dan akan dikerjakan di akhir tahun ini,” ungkapnya.
Enam Ruas Jalan yang Akan Dikerjakan
Adapun enam ruas jalan di Kabupaten Sanggau yang masuk dalam program IJD tersebut meliputi:
- Ruas Jalan Kedukul–Balai Sebut.
- Ruas Jalan Tayan–Meliau.
- Ruas Jalan Balai Empat–Bantang.
- Ruas Jalan Simpang Lubuk Sabuk–Noyan.
- Ruas Jalan Sejuah–Noyan.
- Ruas Jalan Sungai Tekam–Malenggang.
Menurut Aris, pelaksanaan pekerjaan tersebut berada dalam program Kementerian Pekerjaan Umum melalui skema Inpres Jalan Daerah.
“Jadi enam jalan ini yang akan dikerjakan melalui IJD oleh Kementerian PUPR,” pungkasnya.
Masyarakat Menanti Realisasi Pekerjaan
Terakomodasinya enam ruas jalan dengan nilai anggaran sekitar Rp100 miliar menjadi kabar yang dinantikan masyarakat, khususnya warga yang bergantung pada akses jalan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas sehari-hari.
Meski demikian, masyarakat tetap menantikan realisasi tahapan tender, kepastian jadwal pelaksanaan, serta kualitas pekerjaan di lapangan agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Pemerintah dan pihak pelaksana diharapkan memastikan pekerjaan dilakukan secara tepat mutu, tepat waktu, serta sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat tersebut, peningkatan konektivitas jalan di Kabupaten Sanggau diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur memadai. (Re)



















