Sanggau, Polda Kalbar,mentarikhatulistiea.co.id – Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sosok, Dusun Sosok II, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, pada Minggu sore, 22 Maret 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIB tersebut menghanguskan sebanyak 10 unit rumah toko (ruko) dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Kejadian bermula saat api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua salah satu ruko milik warga bernama Aliong. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdempetan, mengingat sebagian besar ruko terbuat dari material yang mudah terbakar.
Saksi mata, Iwan, yang berada di lokasi kejadian segera menghubungi personel Polsek Tayan Hulu sekitar pukul 15.50 WIB untuk melaporkan peristiwa tersebut. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel kepolisian ke lokasi guna melakukan pengamanan dan koordinasi penanganan awal.
Tim Badan Pemadam Api Sosok menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman membutuhkan bantuan tambahan dari sejumlah tim pemadam kebakaran di wilayah sekitar.
Sejumlah unit pemadam kebakaran dari berbagai daerah turut dikerahkan, di antaranya Damkar Kabupaten Sanggau, Damkar Ngabang Kabupaten Landak, Damkar Bodok Kecamatan Parindu, serta Damkar Balai Kecamatan Balai Batang Tarang. Sinergi lintas wilayah ini menjadi kunci dalam mempercepat proses pemadaman api.
Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB. Meski demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di puing-puing bangunan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, dari 10 ruko yang terbakar, enam unit mengalami kerusakan total, tiga unit rusak berat sekitar 80 persen, dan satu unit mengalami kerusakan ringan sekitar 20 persen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Kapolsek Tayan Hulu, Iptu H. Pintor Hutajulu, menyampaikan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang berasal dari lantai dua ruko milik Aliong. Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Kami juga telah mengamankan lokasi dan membantu pengaturan arus lalu lintas agar proses pemadaman berjalan lancar,” ujar Iptu H. Pintor Hutajulu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan membantu masyarakat yang terdampak musibah. Pihaknya juga terus melakukan monitoring situasi pascakebakaran guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan pengamanan dan penanganan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan masyarakat, memperlancar proses evakuasi dan pemadaman, serta meminimalisir dampak yang lebih luas akibat kebakaran. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk pelayanan Polri dalam situasi darurat.
Manfaat dari penanganan cepat dan sinergis ini dirasakan langsung oleh masyarakat, di mana api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merambat lebih luas. Warga pun diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan, sementara para pemilik ruko mulai membersihkan puing-puing sisa kebakaran. (Dny Ard / Humas Res Sgu)























