Gunungsitoli ,mentarikhatulistiwa.co.id- Warga Desa Tetehosi Afia hingga Hambawa, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, akhirnya bisa menikmati akses jalan yang lebih nyaman setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang, bergelombang, dan sulit dilalui saat hujan itu kini telah selesai diperbaiki melalui proyek preservasi jalan nasional yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Wilayah III.
Perbaikan jalan tersebut dilaksanakan oleh CV. Indah Persada berdasarkan kontrak Nomor: 04/KTR-APBN/Bb2-Wil3.S5/PPK 3.5/2025 tertanggal 18 Desember 2025 dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Adapun proyek dengan nilai sekitar Rp12,4 miliar itu memiliki masa pengerjaan selama 115 hari kalender dan dinyatakan selesai pada 6 Mei 2026.
Panjang penanganan jalan mencapai sekitar 2 kilometer dengan lebar 5 meter. Jalan dibangun menggunakan dua lapis aspal, yakni AC-BC setebal 6 sentimeter dan AC-WC setebal 4 sentimeter sehingga hasilnya kini terlihat lebih rapi dan kokoh.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang sebelumnya menjadi keluhan utama masyarakat kini berubah drastis. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas dengan lebih lancar tanpa harus khawatir terjebak lubang ataupun jalan licin.
Tak hanya mempermudah mobilitas warga, perbaikan jalan tersebut juga membawa dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani.
Kini, hasil tani seperti kelapa, pisang, padi dan karet hingga berbagai komoditas kebun lainnya dapat lebih mudah dibawa keluar untuk dipasarkan.
“Dulu kalau hujan jalan sangat susah dilewati. Sekarang kami sangat terbantu karena jalan sudah bagus,” ujar Ama Evi Zega, salah seorang warga Tetehosi Afia, Sabtu (22/5/2026).
Di balik rampungnya proyek tersebut, pihak pelaksana mengaku sempat menghadapi tantangan cukup berat akibat kenaikan harga material, terutama aspal.
Ama Thanse Zega selaku pihak pelaksana mengatakan harga aspal mengalami lonjakan cukup tinggi dibanding sebelumnya. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
“Memang ada kenaikan harga material yang cukup signifikan, khususnya aspal. Tetapi kami tetap berupaya maksimal agar pekerjaan bisa selesai dengan baik dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Tokoh Nasional asal Kepulauan Nias, Mayjend TNI (Purn) Drs. Cristian Zebua, MM, ia menilai pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias merupakan langkah penting yang harus terus didorong dan dijaga bersama.
“Perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan di wilayah Kepulauan Nias patut diapresiasi. Yang tidak kalah penting, masyarakat juga harus ikut menjaga hasil pembangunan ini,” Ujar Cristian, mantan Pangdam Cendrawasih Papua. Sabtu (23/05/2026).
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 BBPJN Sumatera Utara, Theofilus Ginting, mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga kondisi jalan dan saluran drainase supaya infrastruktur tersebut tetap awet dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. (A1)





























