Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Bumbung Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang dikabarkan terbakar pada Selasa (14/7/2026 ) siang.
Dari pantauan , atap salah satu bangunan gedung SMPN 2 Bumbung terbakar dan api cepat menyebar ke seluruh bangunan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, S.K.M, M.K.M saat di konfirmasi Selasa (14/7/2026) membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, salah satu gedung sekolah SMPN 2 Bumbung Kecamatan Seluas Terbakar pada Selasa siang dan saya telah diberitahukan oleh piha sekolah yang saat ini saya masih dalam perjalanan dari Sungkung melewati Suru Tembawang.
“Baru juga mendapat info dari sekolah dan kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang sudah meminta pihak Kepala Sekolah dan dewan guru untuk melaporkan kejadiannya tersebut dan semoga gedung yang terbakar bisa tertangani dan tidak merembet ke areal yang lain,” Ujar Heru Pujiono.
Terpisah Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis juga menegaskan sudah mendapat informasi dari Dinas Dikbud dan pihak Sekolah atas kejadian tersebut (Kebakaran Gedung SMPN 2 Bumbung Red,).
Dengan kejadian ini, secepatnya akan Pemkab Bengkayang atasi, dan tentunya kami meminta pihak sekolah melaporkan secara detail kejadian tersebut segera, ” pungkasnya singkat.
Kepala SMPN 2 Bumbung Seluas Patrisius Didik, M.S.Pd melalui laporan tertulisnya melalui Surat laporan kejadian bencana kebakaran Nomor :400/001/SMPN2_SLS/VII/2026 mengungkapkan kronologis kejadian.
Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran kronologis dampak, serta upaya penanganan yang telah dilakukan terkait musibah kebakaran yang menimpa fasilitas gedung SMP Negeri 2 seluas laporan ini juga berfungsi sebagai bahan evaluasi dan dasar pengajuan perbaikan sarana prasarana kepada pihak terkait,” tulis Patrisius Didik.
Lanjutnya berdasarkan data umum kejadian telah terjadi kebakaran gedung sekolah pada hari Selasa 14 Juli 2026 sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Barat saat jam pulang sekolah adapun lokasi yang terbakar adalah gedung aula yang beralamat di Dusun Bumbung, Desa bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.
Kronologis kejadian yaitu pada pukul 13.20 WIB terlihat kepulauan asap tebal dari atap ruang bawah aula salah satu guru yang berada di dekat lokasi langsung meneriakkan tanda bahaya.
Kemudian pada pukul 13.35 Waktu Indonesia Barat guru dan siswa asrama yang berada di dekat sekolah segera mendekati lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya yaitu menggunakan tangki semprot dan ember agar api tidak menjalar ke bangunan di sebelah atasnya karena mengingat musim kemarau air tidak mengalir ke sekolah sehingga siswa dan warga mengambil air dari sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah. Selanjutnya pada pukul 15.00 WIB api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh siswa dan warga,” bebernya
Dari kejadian tersebut penyebab kebakaran untuk awal berdasarkan investigasi dan informasi yang disampaikan oleh warga yang berada di lokasi penyebab kebakaran berasal dari rumput ilalang yang terbakar di depan kantin warga yang diduga dan kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang karena pemilik kantin tidak membakar sampah sebelum pulang, dan Sumber api diduga kuat berasal dari rumput ilalang kering yang terbakar sehingga merembet ke gedung melalui jendela yang sudah lapuk.
Lanjutnya, Perlu kami sampaikan juga dari dampak kejadian atau kerugian akibat kebakaran baik korban jiwa ataupun korban luka nihil.
“Catatan berdasarkan evakuasi yang cepat dan sesuai prosedur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini korban meninggal luka berat dan luka ringan pun nihil. Namun dari laporan yang kami sampaikan kerugian material akibat kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan gedung bawah aula yaitu tingkat kerusakan estimasi kerugian ruang aula lama rusak berat dengan nilai sebesar Rp400 juta kemudian meja kursi papan tulis rusak sekitar Rp.5 juta rupiah dengan total kerugian sebesar Rp405 juta.
Kemudian upaya penanganan yang telah dilakukan yaitu melakukan evakuasi Mandiri terhadap seluruh warga sekolah ke. Aman, berkoordinasi dengan koordinator wilayah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang kepala dusun dan ketua RT di lingkungan sekolah serta komite dan pihak Kepolisian dan selanjutnya kami memasang garis polisi bersama dengan kabar kepolisian di area terdampak untuk keamanan
Selanjutnya rencana tindak lanjut yaitu mengajukan perbaikan dan segera mengirimkan laporan kronologis dan pengajuan dana darurat rehab gedung kepada dinas pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.
Penulis : Kurnadi





























