SANGGAU, mentarikhatulistiwa.co.id – Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-VI Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Sanggau resmi digelar, Sabtu (8/8/2026). Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus menentukan arah kepemimpinan GP Ansor Kabupaten Sanggau ke depan.

Konfercab VI mengusung tema “Konsolidasi Gerakan Pemuda Ansor dalam Menata Peta Jalan NU Masa Depan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan.” Kegiatan berlangsung di Gedung Aula Haji dan Umroh Kabupaten Sanggau dan dihadiri jajaran pengurus, kader GP Ansor, serta warga Nahdliyin dan Nahdliyyat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Konfercab VI, H. Izhar Pulungan, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam proses pemilihan kepemimpinan.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar siap menerima dan mendukung siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai ketua.
“Siapapun yang terpilih nantinya, dialah pemimpin kita yang wajib kita dukung bersama,” tegasnya.
Menurut H. Izhar, proses Konfercab bukan hanya tentang memilih seorang pemimpin, tetapi juga bagaimana memastikan organisasi tetap berjalan setelah forum selesai.
Ia meminta kepengurusan yang nantinya terbentuk tidak hanya aktif saat momentum konferensi, tetapi mampu menjalankan roda organisasi secara konsisten sesuai masa khidmat dan mekanisme organisasi.
“Jangan sampai setelah Konfercab selesai lalu tidak ada kegiatan sama sekali. Kita berharap periode berikutnya organisasi berjalan sesuai alur dan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Jangan Jadikan Ansor Batu Loncatan
Pesan paling tegas disampaikan H. Izhar kepada kader yang nantinya mendapatkan amanah menjadi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sanggau.
Ia meminta agar niat dalam berorganisasi benar-benar diluruskan, yakni sebagai bentuk khidmah kepada ulama, bangsa, dan GP Ansor, bukan semata-mata mengejar jabatan.
“Saya berharap niatnya diluruskan, hanya untuk berkhidmah kepada ulama, bangsa, dan Gerakan Pemuda Ansor,” katanya.
Ia menegaskan, GP Ansor tidak boleh dijadikan sebagai batu loncatan untuk mengejar posisi atau kepentingan politik maupun jabatan tertentu.
“Kami tidak melarang kader untuk aktif di berbagai lapisan stakeholder. Namun, setelah menjadi pengurus, jangan melupakan asal. Jangan membiarkan organisasi yang menjadi tempat berproses justru hanya dijadikan batu loncatan untuk mengejar jabatan,” tegasnya.
Menurutnya, kader Ansor harus tetap menjaga marwah organisasi dan menghormati ulama. Amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
PW GP Ansor Kalbar Apresiasi Panitia
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kalimantan Barat yang diwakili Junaidi Abidin, S.Pd.I, mengapresiasi kerja cepat panitia dan jajaran PC GP Ansor Kabupaten Sanggau hingga Konfercab VI dapat terlaksana.
Menurutnya, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu relatif singkat, namun panitia mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan organisasi, termasuk pembentukan dan pemberian SK kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor yang ada di Kabupaten Sanggau.
“Dalam waktu yang cukup singkat, panitia bekerja sangat gesit. Dalam waktu sekitar satu bulan sudah mampu mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, termasuk memberikan SK kepada PAC-PAC yang ada di Kabupaten Sanggau hingga Konfercab ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Junaidi berharap kepengurusan yang lahir dari Konfercab VI mampu menjalankan roda organisasi secara konsisten dan tidak berhenti hanya setelah konferensi selesai.
Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kepemimpinan organisasi agar tidak terus-menerus terjadi pergantian ketua maupun pengisian kepengurusan oleh karetaker.
“Jangan sampai periode berikutnya kembali seperti sebelumnya, struktur sering berganti ketua dan sering diisi oleh karetaker. Kita berharap periode berikutnya berjalan sesuai alur dan mekanisme organisasi,” katanya.
Harap Proses Pemilihan Berjalan Aman
Junaidi Abidin juga mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan musyawarah, persatuan dan kepentingan organisasi.
Ia berharap seluruh proses pemilihan kepemimpinan, termasuk agenda organisasi NU di Kabupaten Sanggau, dapat berjalan tertib, aman dan kondusif.
“Siapapun yang terpilih harus kita hormati dan dukung bersama. Yang terpenting adalah persatuan dan keberlangsungan organisasi,” ujarnya.
Konfercab VI GP Ansor Kabupaten Sanggau diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin solid, memperkuat kaderisasi hingga tingkat bawah, serta meningkatkan kontribusi GP Ansor bagi masyarakat.
Forum tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kader-kader muda Nahdlatul Ulama agar mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyyah.
(Red)





























