
MELAWI,Mentari khatulistiwa.co.id
Komisi III DPRD Kabupaten Melawi memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas perusahaan perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit di tengah kondisi musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja dan monitoring langsung ke sejumlah perusahaan, yakni PT Rafi Kamajaya Abadi (RAFI), PT SDK, dan PT SIP, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD melihat secara langsung kondisi operasional perusahaan sekaligus mengevaluasi dampak musim kemarau terhadap aktivitas perkebunan maupun proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS).
Komisi III tidak hanya menyerap informasi dari pihak perusahaan, tetapi juga ingin memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang disampaikan serta kegiatan usaha tetap berjalan secara optimal.
Di tengah musim kemarau dan meningkatnya tantangan di sektor perkebunan, pengawasan dinilai penting agar aktivitas perusahaan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, lingkungan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Melawi.
Kunjungan lapangan juga menjadi momentum bagi DPRD untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan dunia usaha. Informasi yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dalam menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong perbaikan pembangunan daerah.
Komisi III DPRD Melawi menegaskan, keberadaan perusahaan tidak hanya dituntut mampu menjaga keberlangsungan aktivitas usaha, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Karena itu, pengawasan akan diarahkan pada terciptanya keseimbangan antara kepentingan investasi, keberlanjutan lingkungan, aktivitas perkebunan dan industri, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bersinergi, mengawasi, dan memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan.”
Dengan monitoring langsung tersebut, Komisi III DPRD Melawi menunjukkan bahwa fungsi pengawasan tidak berhenti di ruang rapat, tetapi juga dilakukan dengan turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara faktual.
Penegasan: Perusahaan boleh berkembang, investasi harus berjalan, tetapi pengelolaan perkebunan dan industri tetap harus bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat Melawi.
Red*_



















