Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
Uncategorized

Di Garda Terdepan Perbatasan, Bupati Sanggau Dorong Pembangunan Rumah Adat Dayak dan Melayu

6
×

Di Garda Terdepan Perbatasan, Bupati Sanggau Dorong Pembangunan Rumah Adat Dayak dan Melayu

Share this article

Sanggau, mentarikhatulistiwa.co.id — Pemerintah Kabupaten Sanggau terus memperkuat pembangunan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Salah satunya melalui rencana pembangunan Rumah Betang Dayak dan Rumah Adat Melayu di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut dalam kunjungan kerjanya, Selasa (6/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan lokasi sekaligus memastikan rencana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan pemerintah daerah.

Dalam kunjungan itu, Bupati Sanggau didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau Aris Sudarso, Plt. Kepala Dinas Perkimtan Wahyu Pralihanti, serta jajaran Forkopimcam Sekayam.

Bupati Yohanes Ontot menempatkan pembangunan di kawasan perbatasan tidak hanya sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan karakter daerah.

Keberadaan Rumah Betang Dayak dan Rumah Adat Melayu di Sekayam diharapkan menjadi ruang untuk menjaga serta memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Sanggau, khususnya di wilayah yang menjadi salah satu pintu gerbang perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pembangunan tersebut juga memiliki makna strategis karena Kecamatan Sekayam berada di kawasan perbatasan negara. Kehadiran fasilitas budaya di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat wajah kawasan perbatasan sekaligus menjadi simbol keberagaman budaya masyarakat Kabupaten Sanggau.

Pemerintah Kabupaten Sanggau berupaya agar pembangunan di kawasan perbatasan berjalan secara berimbang, tidak hanya menyentuh aspek konektivitas dan infrastruktur dasar, tetapi juga memperhatikan budaya, sosial, dan identitas masyarakat.

Rumah Betang Dayak dan Rumah Adat Melayu nantinya diharapkan dapat menjadi ruang kegiatan masyarakat, pelestarian budaya, serta sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas dan generasi muda.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam membangun kawasan perbatasan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang menjadi bagian dari wajah Indonesia di wilayah perbatasan.

“Membangun perbatasan bukan hanya membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga membangun identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerah dan budayanya.” (Red)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600