Pontianak,– Mentarikhatulistiwa.co.id-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Barat menggelar acara pengukuhan 253 mahasiswa sebagai Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) tahun 2026 sekaligus pelepasannya kepada 234 Relawan periode 2025. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi titik penting mengingat tahun 2026 menjadi masa transisi implementasi sistem inti perpajakan baru, Coretax.
Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat, Inge Diana Rismawanti, menekankan bahwa tantangan tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena penggunaan aplikasi baru. “Masyarakat mungkin akan banyak bertanya karena belum terbiasa. Karena itu, tagline kita tahun ini adalah ‘Kami Dampingi Sampai Berhasil’ – pastikan Wajib Pajak pulang dengan lega karena kewajibannya tuntas,” ucapnya.
Para Renjani 2026 berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra Tax Center di Kalbar dan akan ditempatkan di beberapa unit kerja, antara lain KPP Pratama Pontianak Barat, Singkawang, Kubu Raya, Sanggau, Pontianak Timur, serta KP2KP Sambas dan Bengkayang. Setelah pengukuhan, mereka langsung mendapatkan pembekalan intensif mulai dari pemahaman manfaat pajak, aktivasi akun Coretax, hingga simulasi pelaporan SPT Tahunan.
Dalam sesi kesan dan pesan, perwakilan Renjani 2025 berbagi pengalaman lapangan yang berharga. Christin Amelika Apriliani dari Tax Center Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Pontianak yang pernah bertugas di Sintang dan Pontianak Timur mengungkapkan perbedaan tantangan di kedua daerah. “Di Sintang, Wajib Pajak butuh pendampingan lebih intensif karena belum terbiasa dengan layanan digital, berbeda dengan Pontianak Timur yang masyarakatnya lebih mandiri secara teknologi,” jelasnya.
Sementara itu, Mohamad Azwar Zulmi dari Tax Center Universitas Tanjungpura yang telah berpartisipasi dua tahun berturut-turut menyatakan bahwa program ini memberikan kemampuan soft skill yang tidak didapat di bangku kuliah. “Di kampus kita belajar teori, tapi di sini kita belajar menghadapi karakter manusia yang beragam dan memanajemen waktu antara kuliah dengan tanggung jawab profesional,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Inge menyampaikan harapan kepada seluruh relawan. Bagi Renjani 2025, dia mengajak untuk terus menyebarkan kesadaran pajak dan menjadikan pengalaman ini sebagai portofolio berharga. “Untuk Renjani 2026, kerja dengan hati dan jadikan momen ini sebagai wahana belajar berkomunikasi dengan masyarakat. Edukasi mereka bahwa pajak bukan hal yang menakutkan, tapi kontribusi nyata untuk membangun negeri,” pungkasnya dengan optimis.
























