Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
HukumNasional

Tragedi Kapal Bbm Di Jalur Pt.Kan Dan Pt.Harita Cmi Pulau Penebang Telan Nyawa, Publik Desak Penyelidikan Total!

66
×

Tragedi Kapal Bbm Di Jalur Pt.Kan Dan Pt.Harita Cmi Pulau Penebang Telan Nyawa, Publik Desak Penyelidikan Total!

Share this article

Ketapang,mentarikhatulistiwa.co.id –Mentarikhatulistiwa.co.idSebuah peristiwa memilukan mengguncang masyarakat Kalimantan Barat. Ledakan hebat yang menimpa kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) di perairan Sungai Pawan, tepatnya di kawasan Sukabangun RT 11, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, kini telah merenggut satu nyawa. Insiden yang terjadi pada Sabtu malam, 2 Mei 2026 itu semakin menimbulkan kekhawatiran luas, terutama terkait jalur pelayaran yang kerap dilewati menuju kawasan operasional PT.KAN dan PT.HARITA CMI di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Ishak, yang juga merupakan pemilik kapal. Ia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar parah yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada Kamis, 14 Mei 2026. Kabar duka ini semakin menambah kesedihan sekaligus kemarahan masyarakat yang kini menuntut kejelasan dan penyelidikan menyeluruh dari pihak berwenang.

Peristiwa berawal sekitar pukul 22.30 WIB, ketika kapal yang sedang berlayar itu tiba-tiba meledak dengan kekuatan yang sangat dahsyat sebelum terbakar habis di tengah perairan. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, suara dentuman keras terdengar hingga ratusan meter jauhnya dan membuat seluruh penghuni rumah di sekitar bantaran sungai panik dan berhamburan keluar.

Tidak hanya menimbulkan ketakutan, getaran akibat ledakan itu juga cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan tempat tinggal warga. “Selama tinggal di sini belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu. Rumah sampai bergetar keras seolah-olah ada gempa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kobaran api yang membesar dengan cepat seketika melalap seluruh badan kapal, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit malam dan mengubah suasana menjadi sangat mencekam. Dari informasi yang berkembang di masyarakat, kapal itu tidak hanya membawa berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Solar dan Pertamax, tetapi juga mengangkut tabung oksigen berukuran besar serta kebutuhan pokok. Selain itu, muncul dugaan bahwa terdapat muatan lain berupa bahan peledak yang rencananya akan dipakai untuk kegiatan pertambangan di wilayah Pulau Penebang, meski hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi.

Kini, pandangan masyarakat tertuju pada berbagai pihak yang dianggap memiliki tanggung jawab terkait aktivitas pelayaran dan pengangkutan barang berbahaya di jalur tersebut. Selain tujuan akhir muatan menuju lokasi PT.KAN dan PT.HARITA CMI, pihak yang paling banyak mendapat sorotan adalah instansi Syahbandar, yang memiliki wewenang penuh dalam mengawasi keselamatan pelayaran.

Sesuai tugas dan fungsinya, Syahbandar wajib memastikan keabsahan dokumen kapal, kelengkapan daftar muatan, pemenuhan standar keselamatan, hingga pengawasan ketat sebelum kapal diberangkatkan, terutama untuk barang-barang yang berbahaya dan berisiko tinggi. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci maupun klarifikasi resmi dari pihak Syahbandar mengenai status hukum kapal tersebut, izin pengangkutan BBM, maupun dugaan adanya aktivitas bongkar muat yang tidak sesuai aturan yang diklaim telah berlangsung lama di kawasan itu.

Menyikapi hal ini, Tokoh masyarakat Ketapang, Ujang Yansyah, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak terkait. Ia mengingatkan bahwa pengangkutan barang berbahaya tanpa aturan yang jelas dan pengawasan yang ketat merupakan ancaman nyata bagi keselamatan banyak orang.

“Pihak Syahbandar harus bertindak tegas dan segera melakukan penertiban terhadap segala aktivitas yang melanggar aturan. Jangan sampai tragedi seperti ini terulang lagi hanya karena kelalaian atau tidak berjalannya sistem pengawasan dengan baik. Nyawa manusia tidak ternilai harganya,” tegas Ujang Yansyah.

Selain itu, pihak kepolisian juga menjadi pusat perhatian. Baik Polres Ketapang maupun Polres Kayong Utara hingga kini belum menyampaikan hasil penyelidikan secara rinci, baik itu mengenai penyebab pasti ledakan, status hukum seluruh muatan, maupun kemungkinan adanya unsur kesalahan atau kejahatan yang menyebabkan musibah ini terjadi. Masyarakat juga belum mendapatkan informasi terkait hasil pemeriksaan di lokasi kejadian maupun keterangan dari saksi-saksi yang ada.

Ketiadaan kejelasan dari berbagai pihak membuat masyarakat semakin bersuara. Mereka secara bersama-sama mendesak agar seluruh instansi yang berwenang, mulai dari kepolisian, Syahbandar hingga pihak terkait lainnya segera mengusut tuntas segala aspek dari peristiwa ini.

Selain mencari tahu penyebab pasti, masyarakat juga menginginkan agar diketahui siapa saja pihak yang bertanggung jawab, apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, serta bagaimana perbaikan sistem pengawasan dilakukan agar kejadian serupa tidak akan pernah terulang di masa depan.

Seluruh mata kini tertuju pada proses penyelidikan yang berjalan. Harapan besar masyarakat adalah agar hasil yang didapatkan nanti tidak hanya menjawab semua pertanyaan yang ada, tetapi juga menjadi dasar bagi perubahan yang lebih baik demi keamanan dan keselamatan bersama di jalur pelayaran perairan Kalimantan Barat.(hen)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600