Example floating
Example floating
Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
DaerahKebudayaan

Tiga Pangalima di Nobatkan Pangalangok Pajaji

12
×

Tiga Pangalima di Nobatkan Pangalangok Pajaji

Share this article

Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id- Agustinus Luky yang biasa akrab di kenal Pangalangok Pajaji melaksanakan Pengukuhan dan Pelantikan atau Bacalek tiga (3) orang Pangalima Dayak yang Baru, Rabu (29/7/2026) pukul 09.00 wiba hingga selesai berpusat di Markas Besar Pantak Padagi Borneo di Bukit Emas Tarade Bantayot Kampung Bantang Rt.03/Rw 02 Jalan Bhakti Nyata Bantang Pajintan Kurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat

Tiga (3) orang yang dilantik dan dinobatkan tersebut yaitu Ardiman atau Panglima Jampa, Dasarius Aang atau Panglima Lintar dan Oktapianus atau Pangalima Tajur.

Acara tersebutpun dihadiri tokoh penting dari Markas Besar Pantai Padagi Borneo, termasuk tiga Pangalima yang sudah cukup terkenal namanya dan beberapa undangan lainnya,

Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Kinande Filipus yang juga anggota Pantak Padagi Borneo sangat mengapresiasi dengan telah berhasilnya dilakukan pengukuhan atau pengobatan tiga orang Pangalima Dayak.

“Dengan semakin banyaknya para Pangalima Dayak, artinya pelestarian terhadap warisan leluhur terus terjaga dengan baik, sebab memang itu adalah bentuk pelestarian nama dan kearifan lokal tradisi budaya dayak yang sudah lama dilakukan turun temurun dan sempat tatanannya hilang beberapa waktu sebelumnya dan tentunya para tokoh dayak tampil kembali dengan harapan dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat dayak agar tidak menjadi penonton saja, akan tetapi berbuat nyata,” ujarnya.

“Pangalima dikenal harus berani dan punya nyali untuk perjuangkan hak hak dayak, dan dengan telah dikukuhkan atau nobatkannya tiga orang Pangalima , maka mereka diharapkan dapat bersatu untuk memperjuangkan seluruh kepentingan Dayak apabila diinjak-injak dan tidak dihargai.

Selain itu memang harus ada wadah atau forum komunikasi yang dapat Menyatukan dan mempersatukan seluruh para pangalima Dayak yang dapat menjadi garda terdepan dalam berjuang untuk mempertahankan tradisi adat, budaya dan kepercayaan leluhur yang sangat kita yakini,” tegasnya.

“Tekad kami akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat Dayak, dan jangan coba-coba untuk Mengusik hak-hak dayak karena kami telah berjanji dengan leluhur untuk mengabdi kepada masyarakat Dayak,” ujar Panglima Jampa usai dilakukan penobatan.

Hal yang sama disampaikan oleh Panglima Lintar dan Panglima Tajur, bahwa mereka berjanji kepada leluhur dan masyarakat dayak untuk bertindak membela hak-hak dayak agar juga diperhatikan pemerintah sejajar dengan masyarakat lainnya di Indonesia.

Sementara itu Pangalangok Pajaji menegaskan,” hari ini, Rabu (29/7/2026) telah dilantik dan dikukuhkan serta dinobatkan atau Calek (dalam bahasa Dayak Kanayatn) sebanyak tiga (3) Panglima baru yaitu Panglima Jampa, Panglima Lintar dan Panglima Tajur, dan itu sudah melalui tahapan yang semestinya.

“Perlu diketahui, bahwa seorang Pangalima saat di calek atau lantik atau dinobatkan menjadi seorang Pangalima tidak sembarangan akan tetapi melalui ritual adat khusus dan sakral selain itu memiliki kemampuan spiritual dan lainnya yang juga atas restu para leluhur.

Seorang Pangalima saat bisa dinobatkan penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, karena perlu waktu bertahun-tahun dan cukup lama dan itu berdasarkan titisan dari keturunan atau leluhur yang memang dulunya Pangalangok dan Pangalima yang berkenan untuk menjelma dan menyatu dengan seorang Pangalima yang saat ini menjadi Pangalima dan juga Pangalangok,” ujarnya.

“Perjuangan kami tentunya untuk membela masyarakat dayak yang lemah dan tertindas termasuk siapa saja yang hak-haknya terabaikan dan diinjak-injak akan kami bela,”.

Kami juga ingin mempertahankan dan menggali sejarah yang pernah hilang dan dengan bersatu semua Panglima, saya pastikan keberadaan masyarakat dayak juga bisa terus diperjuangkan,” pungkasnya

Acara Pengukuhan kali ini menghadirkan hiburan Jonggan Dara Lenggon dari Dusun Antok Desa Sungai Laki Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten dan hadir pula anggota dan pasukan dari Pangalima Pajaji serta utusan tokoh masyarakat Kota Singkawang dan warga sekitar dengan akhir acara ramah tamah dan diskusi.

Penulis : Kurnadi

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600