Melawi, Mentari Khatulistiwa.co.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kembali meluas. Hingga Sabtu (15/8/2026), sedikitnya 247 hektare lahan terbakar di tiga lokasi.
Kebakaran terjadi di Desa Pemuar Bukit Matok dan Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, serta Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh. Sejumlah titik api masih aktif dan membutuhkan penanganan serius.
Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, S.P., M.M., melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Rahmad Mauludin mengatakan, luasan terbakar masing-masing sekitar 12 hektare di Pemuar Bukit Matok, 70 hektare di Batu Nanta, dan 165 hektare di Nanga Kayan.
“Di Desa Nanga Kayan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 165 hektare. Api masih menyala karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut,” kata Rahmad, Sabtu (15/8/2026).
Menurut dia, kondisi gambut membuat proses pemadaman lebih sulit. Api berpotensi bertahan di bawah permukaan sehingga tidak cukup hanya dilakukan dengan pemadaman di permukaan.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Melawi bersama Satpol PP, Damkar dan Tagana terus melakukan pemadaman serta pemantauan. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari lokasi yang jauh, keterbatasan sumber air hingga medan yang sulit dijangkau kendaraan.
BPBD Melawi karena itu meminta dukungan Satgas water bombing untuk mempercepat penanganan, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dengan luasnya wilayah yang terbakar dan kondisi medan yang sulit, dukungan dari udara sangat diperlukan untuk membantu mempercepat pemadaman,” ujar Rahmad.
Instruksi Presiden :
Penanganan karhutla di Melawi berlangsung di tengah perhatian pemerintah pusat terhadap meningkatnya kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi cuaca yang sangat kering.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan penanganan karhutla secara terkoordinasi.
Dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026), Prasetyo menyebut Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan jumlah titik api yang tinggi.
Pemerintah, kata dia, juga berkoordinasi dengan BMKG untuk mempersiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain itu, kesiapan helikopter, pesawat dan perangkat water bombing turut dikoordinasikan untuk mendukung pemadaman dari udara.
Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi teknis dan cuaca di masing-masing wilayah.
Warga Diminta Waspada
BPBD Melawi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kering membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap kemunculan titik api kepada pemerintah desa, kecamatan, BPBD maupun kepolisian.
Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa akibat karhutla di tiga lokasi tersebut. Meski demikian, BPBD menilai potensi perluasan kebakaran masih tinggi apabila titik api tidak segera dikendalikan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut, sementara akses menuju lokasi dan ketersediaan sumber air masih terbatas.
Red*_































