PONTIANAK ,mentarikhatulistiwa.co.id— Musyawarah Cabang (MUSCAB) Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA) Kota Pontianak digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Lembaga Pesantren Nurul Islam, Jalan Thabrani Ahmad, Sungai Jawi, Pontianak.
Bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, MUSCAB YAKORMA menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat silaturahmi, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya energi baru dalam perjalanan organisasi.
Suasana musyawarah berlangsung dalam semangat kekeluargaan. Para peserta tidak hanya membahas arah organisasi ke depan, tetapi juga membawa satu pesan penting: YAKORMA harus terus hadir sebagai rumah bersama yang mampu menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kontribusi positif masyarakat Madura di Kota Pontianak.
MUSCAB ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi setelah H. Hamidi menakhodai YAKORMA Kota Pontianak selama dua periode, yakni 2016–2026.
Sepuluh tahun kepemimpinan tentu bukan waktu yang singkat. Banyak perjalanan, program, dinamika, dan kontribusi yang telah menjadi bagian dari sejarah YAKORMA Kota Pontianak. Karena itu, momentum MUSCAB kali ini terasa semakin strategis untuk melanjutkan hal-hal baik sekaligus menghadirkan gagasan yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina YAKORMA, H. Bahasan, SH, serta Ketua DPW YAKORMA Kalimantan Barat, H. Irsan, MH. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan arahan dan penguatan terhadap perjalanan organisasi ke depan.
Bukan Sekadar Ganti Pengurus
Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, organisasi kemasyarakatan dituntut tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga mampu membaca kebutuhan generasi muda.
Karena itu, MUSCAB YAKORMA diharapkan tidak berhenti pada agenda memilih atau menetapkan kepengurusan baru. Lebih jauh, forum ini menjadi ruang untuk merumuskan bagaimana YAKORMA dapat semakin adaptif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.
Dari generasi senior lahir pengalaman, dari generasi muda tumbuh energi baru. Keduanya perlu berjalan bersama.
Semangat tersebut menjadi penting agar keberadaan YAKORMA tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga semakin terasa manfaatnya dalam kehidupan sosial masyarakat.
Membawa YAKORMA ke Babak Baru
Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika sehat sebuah organisasi. Yang terpenting bukan siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh elemen dapat menjaga nilai persaudaraan dan melanjutkan perjuangan bersama.
MUSCAB YAKORMA Kota Pontianak 2026 pun diharapkan menjadi titik awal menuju babak baru—dengan kepemimpinan yang amanah, kolaboratif, dan mampu merangkul berbagai generasi.
Pada akhirnya, YAKORMA bukan hanya tentang struktur organisasi. Ia adalah tentang persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi masyarakat Madura bagi Pontianak dan Kalimantan Barat.
MUSCAB 2026: regenerasi bukan berarti meninggalkan yang lama, tetapi melanjutkan yang baik dengan energi dan gagasan yang lebih baru.































