Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Lahan bekas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini dimanfaatkan menjadi lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Polres Bengkayang melalui Polsek Bengkayang menggelar panen jagung di lahan eks-PETI Demplot Jagung di Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Selasa (18/8/2026) pagi.
Dari lahan seluas sekitar 2 hektare tersebut, jagung yang ditanam berhasil dipanen dengan hasil sekitar 5 ton.
Panen tersebut dipimpin langsung Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K. dan dihadiri Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto, S.I.P., jajaran pejabat utama Polres Bengkayang, Camat Bengkayang, Kapolsek Bengkayang, serta unsur TNI, pemerintah desa, kelompok tani dan para petani.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polres Bengkayang terhadap program ketahanan pangan pemerintah, khususnya dalam mendorong swasembada pangan komoditas jagung.
Lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan eks-PETI. Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk penanaman jagung menggunakan benih jagung hibrida NK 6172-Bt11xGA21 Perkasa Sakti sebanyak sekitar 25 kilogram. Hasilnya, tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik hingga menghasilkan sekitar 5 ton saat panen.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bengkayang juga menyerahkan alat penyemprot atau sprayer kepada Kelompok Tani Panca Bengkayang. Penyerahan alat tersebut diharapkan dapat membantu para petani dalam mendukung kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman.
Kapolres Bengkayang mengatakan, dirinya merasa bangga karena lahan eks-PETI tersebut kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.
“Saya turut berbangga karena hari ini kita bisa memanfaatkan lahan eks-PETI untuk ditanam jagung. Hasilnya hari ini bisa kita lihat bersama, jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan kita bisa melaksanakan panen raya,” ujar Kapolres.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian merupakan langkah positif dalam mendukung program ketahanan pangan.
Ia pun mengajak masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk bersama-sama mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur yang masih tersedia.
“Apabila Bapak dan Ibu memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, silakan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saya mengajak masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk terus mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur agar berdampak positif terhadap ekonomi warga,” katanya.
Kapolres menegaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah.
“Tugas pokok Polri selain melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, Polri juga turun ke lapangan sebagai petani jagung untuk menanam jagung guna menyukseskan program ketahanan pangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, program penanaman hingga panen jagung tersebut merupakan wujud sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan masyarakat.
“Program penanaman dan panen jagung ini merupakan wujud nyata dukungan aktif Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Kapolres juga menilai komoditas jagung memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Sementara itu, pemilik lahan mengapresiasi langkah Polres Bengkayang yang terus aktif mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Polri memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
Ia berharap pemanfaatan lahan produktif seperti lahan eks-PETI tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mendorong masyarakat sekitar untuk mengoptimalkan lahan kosong.
Panen jagung tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi lahan pertanian yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Polres Bengkayang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bengkayang dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.(Kur)































