Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300 Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
DaerahKebudayaanPolitik

Pandangan DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan

3
×

Pandangan DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan

Share this article

Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang Drs.H.Syamsul Rizal memandang kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini sebagai persoalan serius yang harus ditangani secara cepat, bersama-sama, dan bertanggung jawab.

Karhutla tidak hanya berbicara mengenai hutan dan lahan yang terbakar. Dampaknya menyentuh langsung kehidupan masyarakat: kualitas udara menurun, kesehatan terganggu, kegiatan pendidikan dan ekonomi dapat terdampak, serta lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat ikut terancam.

Karena itu, kami mendukung seluruh upaya pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, Manggala Agni, pemerintah desa, masyarakat adat, kelompok tani, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh unsur masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkayang.

Namun demikian, DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang juga berpandangan bahwa persoalan karhutla tidak boleh disederhanakan dengan menyalahkan kegiatan berladang masyarakat.

Bengkayang mempunyai sejarah dan tradisi masyarakat agraris yang panjang. Bagi sebagian masyarakat kita, terutama masyarakat adat dan masyarakat pedesaan, berladang merupakan bagian dari kehidupan, sumber penghidupan keluarga, sekaligus mengandung pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, kita harus dapat membedakan dengan jelas antara kearifan lokal dalam kegiatan berladang dengan tindakan pembakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali.

Kearifan lokal harus dihormati dan dilindungi.

Tetapi setiap kegiatan yang menggunakan api juga harus mempertimbangkan kondisi cuaca, tingkat kekeringan, arah angin, lokasi, kemampuan pengendalian, dan risiko terhadap masyarakat di sekitarnya.

Terlebih dalam kondisi kemarau seperti sekarang, ketika vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar, cara yang sebelumnya dianggap dapat dikendalikan dapat mempunyai risiko yang jauh lebih besar.

Atas dasar itu, kami melihat bahwa pendekatan yang diperlukan bukan sekadar melarang masyarakat, tetapi membantu masyarakat untuk beradaptasi.

Petani harus tetap dapat berladang

Prinsip yang perlu kita pegang adalah sederhana:

Berladang dan berkebun harus tetap dapat berjalan, tetapi kebakaran hutan dan lahan harus kita cegah.

Masyarakat tidak boleh kehilangan mata pencahariannya hanya karena kita gagal menyediakan alternatif pengelolaan lahan yang aman.

Karena itu, apabila masyarakat didorong mengurangi bahkan tidak menggunakan api pada saat risiko kebakaran sangat tinggi, maka harus ada dukungan nyata berupa pendampingan, peralatan, teknologi tepat guna, pengelolaan sisa vegetasi, serta metode pembukaan dan pengolahan lahan tanpa bakar yang sesuai dengan kemampuan petani.

Larangan tanpa memberikan solusi hanya akan memindahkan persoalan kepada masyarakat.

Pencegahan karhutla harus disertai jalan keluar yang realistis.

Kearifan lokal jangan dihilangkan, tetapi diperkuat

DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang berpandangan bahwa kearifan lokal tidak identik dengan membakar.

Kearifan lokal jauh lebih luas daripada itu.

Di dalam tradisi berladang terdapat semangat gotong royong, pengetahuan membaca musim, pengaturan waktu tanam, pemanfaatan lahan sesuai kebutuhan, penghormatan terhadap alam, serta tanggung jawab antaranggota masyarakat.

Nilai-nilai inilah yang harus kita pertahankan.

Jika kondisi lingkungan berubah dan risiko kebakaran meningkat, maka cara pengelolaan lahannya pun harus mampu berkembang.

Tradisinya kita jaga, risikonya kita kurangi.

Itulah cara kami memaknai kearifan lokal yang hidup dan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Penegakan hukum harus tegas, tetapi juga adil

Kami juga mendukung penegakan hukum terhadap tindakan pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja, tidak bertanggung jawab, atau mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Namun penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan berkeadilan.

Jangan sampai petani kecil dan masyarakat tradisional menjadi pihak yang paling mudah disalahkan, sementara penyebab kebakaran yang sebenarnya tidak ditelusuri secara menyeluruh.

Setiap kejadian harus dilihat berdasarkan fakta di lapangan, sumber apinya, luas dan dampaknya, serta pihak yang bertanggung jawab.

Pencegahan harus dimulai dari desa

Ke depan, kami mendorong penguatan pencegahan karhutla berbasis desa.

Desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi perlu mempunyai sistem kewaspadaan bersama, pemantauan titik api, sumber air yang dapat digunakan dalam keadaan darurat, peralatan pemadaman awal, kelompok masyarakat yang terlatih, serta komunikasi yang cepat dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten.

Informasi mengenai cuaca dan tingkat bahaya kebakaran juga harus sampai kepada masyarakat dalam bahasa yang mudah dipahami.

Jangan sampai informasi mengenai kondisi ekstrem hanya berhenti di tingkat pemerintah, sementara masyarakat yang bekerja setiap hari di kebun dan ladang justru tidak mengetahuinya.

Karhutla adalah tanggung jawab bersama

Bagi DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang, persoalan ini tidak seharusnya menjadi ruang untuk saling menyalahkan.

Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah mempunyai tanggung jawab.

Dunia usaha mempunyai tanggung jawab.

Partai politik mempunyai tanggung jawab untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan mendorong lahirnya kebijakan yang tepat.

Dan masyarakat juga mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.

Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk menempatkan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sebagai kepentingan utama.

Kita tidak ingin masyarakat Bengkayang berhenti berladang. Kita juga tidak ingin kearifan lokal masyarakat kita hilang. Tetapi kita sama-sama tidak menginginkan api dari satu tempat berubah menjadi bencana bagi seluruh masyarakat.

Jalan keluarnya bukan mempertentangkan tradisi dengan lingkungan.

Jalan keluarnya adalah membuat keduanya dapat berjalan bersama.

Masyarakat tetap dapat berladang, tradisi tetap kita hormati, lingkungan tetap kita jaga, dan kebakaran hutan dan lahan kita cegah bersama-sama.

Itulah sikap yang menurut kami paling adil bagi masyarakat Bengkayang hari ini dan bagi generasi yang akan datang.(Kur)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600