Poto : Korban penganiayaan,
(Nanda Fahriza Fitriyandi.28)
Melawi, Mentari Khatulistiwa.co.id
Sudah lebih dari satu pekan laporan penganiayaan diterima Polres Melawi, namun terduga pelaku berinisial AO hingga kini belum ditahan dan masih bebas berkeliaran di luar. Keluarga korban pun angkat bicara dan mendesak aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di lokasi Biliar Neptune, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Korban, Nanda Fahriza Fitriyandi (28), warga Dusun Tanah Tinggi, Desa Tanjung Niaga, mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di bagian wajah disertai gangguan kesehatan yang masih dirasakan hingga kini.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Melawi pada Jumat, 10 April 2026, dengan nomor laporan: STTL P/B/13/IV/2026/SPKT/POLRES MELAWI/POLDA KALIMANTAN BARAT. Namun, lebih dari sepekan setelah laporan masuk, belum ada langkah hukum konkret yang diambil,termasuk upaya penahanan terhadap terduga pelaku.
Kondisi korban pun belum membaik. Jumadi, paman korban, mengungkapkan keponakannya masih menderita dampak fisik maupun psikologis akibat kejadian tersebut.
“Korban masih merasakan pusing, mual, serta sakit kepala. Kami sangat berharap ada perhatian serius agar proses ini bisa segera berjalan dengan jelas,” ujar Jumadi saat ditemui, Kamis (16/04/2026).
Yang membuat keluarga semakin resah, terduga pelaku AO hingga detik ini masih bebas beraktivitas tanpa ada tindakan penahanan dari pihak berwajib. Jumadi mempertanyakan keseriusan Polres Melawi dalam menangani laporan tersebut.
“Laporan sudah masuk, bukti ada, korban jelas ada. Tapi kenapa pelakunya masih bisa bebas ke mana-mana? Ini yang kami tidak mengerti. Sampai kapan kami harus menunggu?” tegasnya dengan nada kecewa.
Keluarga korban menilai lambatnya tindakan kepolisian berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan membuka peluang bagi pelaku untuk menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.
“Kami minta Polres Melawi bekerja profesional dan transparan. Periksa semua pihak yang terlibat, dan segera tahan pelakunya sebelum terlambat,” desak Jumadi.
Pihak keluarga menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan tidak akan tinggal diam apabila penanganan terus berlarut tanpa kepastian hukum yang jelas bagi korban.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Melawi belum memberikan keterangan resmi maupun konfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus penganiayaan tersebut.
Frans*_























