Example floating
Example floating
Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300
HukumNasionalPolri

Tragedi Heli PK-CFX Di Kalbar Kapolda Serahkan Investigasi Penyebab ke KNKT

3
×

Tragedi Heli PK-CFX Di Kalbar Kapolda Serahkan Investigasi Penyebab ke KNKT

Share this article

PONTIANAK, Mentari Khatulistiwa.co.id
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah jatuhnya helikopter tipe Airbus H130 registrasi PK-CFX milik PT CMA yang mengakibatkan seluruh awak dan penumpang meninggal dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Kapolda bersama Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung kesiapan penanganan jenazah di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, Jumat (17/4/2026).

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Polri, kami menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga besar para korban. Kami turut merasakan kesedihan yang mendalam atas tragedi ini,” ujar Irjen Pol Pipit Rismanto.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh untuk mendampingi seluruh proses penanganan korban, mulai dari tahap identifikasi hingga pemulangan jenazah kepada keluarga yang berhak.

“Kami akan mengawal proses ini dari awal hingga selesai. Segala kemudahan dan fasilitas yang diperlukan oleh keluarga korban akan kami upayakan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran proses identifikasi, Polda Kalbar telah mengerahkan sumber daya terbaik, termasuk Tim Disaster Victim Identification (DVI), tim dokter forensik, serta memaksimalkan fasilitas medis yang ada di RS Bhayangkara. Selain itu, satu unit helikopter cadangan juga disiagakan guna mendukung mobilitas tim jika diperlukan.

Menanggapi dugaan penyebab jatuhnya helikopter, Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak memiliki kewenangan teknis untuk menentukan penyebab kecelakaan. Hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah dan wewenang Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk penyebab kecelakaan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan dan tugas dari KNKT. Fokus kami saat ini adalah pada aspek kemanusiaan dan penanganan pascakejadian,” jelasnya.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter PK-CFX lepas landas dari helipad Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada Kamis (16/4/2026) pukul 07.34 WIB menuju Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya.

Kontak komunikasi dengan pesawat terputus pada pukul 08.39 WIB atau sekitar 65 menit setelah take-off. Helikopter kemudian ditemukan dalam keadaan jatuh.

Dalam insiden tersebut, total delapan orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari 1 pilot, 1 kopilot, dan 6 penumpang. Dari sisi identitas, korban meliputi satu Warga Negara Asing (WNA), satu warga Melawi, dan empat orang berasal dari luar wilayah Kalimantan Barat. Proses verifikasi identitas korban saat ini masih berlangsung.

Red*

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 1000x300Example 1000x300Example 1000x300Example 600x600Example 600x600