Sekadau-Mentarikhatulistiwa.co.id – Akses jalan menuju Dusun Sungai Tebelian, Desa Sebetung, Kecamatan Belitang Hulu/Balai Sepuak, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat,kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jalan yang bagaikan kubangan lumpur ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah, padahal warga telah menunggu perbaikan selama puluhan tahun.
Mayoritas warga yang tinggal di wilayah pedalaman ini adalah Suku Dayak Mualang. Meskipun Kemerdekaan Republik Indonesia telah diraih selama puluhan tahun, kemajuan dan kesejahteraan yang seharusnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia, hingga kini belum pernah mereka nikmati.
Saat awak media pada Selasa 30/06/2026,mengunjungi lokasi, kondisi jalan sungguh menyayat hati. Tidak hanya kendaraan roda empat yang sulit melintas, bahkan sepeda motor pun harus berjuang keras melewati jalan yang berlubang dan berlumpur. Apalagi saat musim hujan tiba, jalan ini sama sekali tidak bisa dilalui, memutus total hubungan warga dengan dunia luar.
“Jalan rusak ini tidak sekadar menghambat aktivitas sehari-hari kami, tapi segala kebutuhan hidup pun terganggu. Entah mengapa dari dulu sampai sekarang tidak ada perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memperbaiki akses ini,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Warga juga menyampaikan keprihatinan terhadap sikap para pejabat dan calon pemimpin. Menjelang hari pemilihan, mereka selalu berdatangan ke dusun ini untuk memohon suara. Namun setelah terpilih, janji-janji yang disampaikan seolah hilang tertiup angin, tidak pernah ada yang diwujudkan.
Penderitaan warga tidak berhenti di jalan rusak saja. Hingga hari ini, aliran listrik sama sekali belum masuk ke Dusun Sungai Tebelian. Malam hari mereka hanya bisa ditemani kegelapan, berbeda dengan kemudahan yang sudah dirasakan masyarakat di wilayah lain Kabupaten Sekadau.
“Kami berharap hati pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah, terketuk untuk segera membangun akses jalan kami. Kami juga ingin merasakan penerangan listrik, seperti saudara-saudara kami di tempat lain,” harap warga dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi ini menjadi bukti nyata masih adanya kesenjangan pembangunan yang tajam di Kalimantan Barat, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau. Akses jalan dan listrik adalah hak dasar setiap warga negara, dan sudah selayaknya pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya.(hen)





























