Bengkayang, Mentarikhatulistiwa.co.id – Institut Shanti Bhuana (ISB) menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair bagi 35 anggota Kelompok Tani Lembah Darut di Kabupaten Bengkayang, baru baru ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ISB yang didanai Hibah Kemendiktisaintek Tahun 2026,” ujar DR Sabinus Beni Dosen Insitut Shanti Bhuana (ISB) Kamis (20/8/2026)
Menurutnya, Pelatihan dilakukan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah organik yang ada di lingkungan, seperti jerami dan sekam padi, menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan, mudah diproduksi, dan bernilai ekonomis.
Dr Sabinus Beni yang juga merupakan Ketua Tim PKM ISB mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mendorong kemandirian petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya kerap berfluktuasi.
“Melalui pelatihan ini, petani dapat memanfaatkan limbah organik yang tersedia di sekitar mereka menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu menekan biaya produksi pertanian,” ujar Dr. Sabinus Beni.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Usman, M.M. dan Septiana, M.Si., serta melibatkan mahasiswa aktif ISB yaitu Ariel Oktavianus, Vlorensius Donika Akindo, dan Kenius Kevin.
Lebih lanjut disampaikan Dr Sabinus Beni, pelatihan juga mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bengkayang, dan turut hadir Koordinator BPP Kecamatan Bengkayang Bonefasius GB, S.P., bersama Sri Wahyuni, S.P., Berlianus, S.P., Yasinta, A.Md., serta narasumber Edwardo Hasibuan,S.Tr.P.
Dalam kegiatan tersebut peserta mendapatkan materi tentang manfaat pupuk organik cair, teknik pembuatan, proses fermentasi, hingga praktik langsung pembuatan pupuk yang dapat diaplikasikan pada berbagai komoditas pertanian.
Sementara itu pada kesempatan terpisah, Koordinator BPP Kecamatan Bengkayang, Bonefasius GB, S.P., mengapresiasi kegiatan ISB. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan petani untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Peserta dari Kelompok Tani Lembah Darut menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas petani dan produktivitas usaha tani di wilayah Bengkayang.
Melalui program ini, Institut Shanti Bhuana berkomitmen memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan masyarakat. Tujuannya agar inovasi yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani.(Kur)































