SEKADAU, Mentari Khatulistiwa.co.id
Titik terang akhirnya muncul dalam operasi pencarian helikopter Airbus H-130 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Tim SAR gabungan memastikan lokasi jatuhnya pesawat telah ditemukan pada Kamis (16/4/2026) malam.
Namun,temuan tersebut sekaligus menghadirkan fakta pahit. Badan helikopter ditemukan dalam kondisi hancur di lereng perbukitan dengan akses yang sangat terbatas, tertutup rapat oleh vegetasi hutan lebat khas Kalimantan.
Konfirmasi disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Operasional Polres Sekadau, AKP Sugianto, dari lokasi kejadian.
“Kami saat ini sudah berada di titik jatuhnya helikopter. Tim gabungan telah berhasil mencapai lokasi setelah melalui medan yang cukup berat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Tim gabungan terdiri dari unsur Polres Sekadau, TNI dari Kodim 1204/Sanggau, Basarnas, BPBD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta dukungan masyarakat setempat.
Lokasi jatuhnya helikopter berada di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, kawasan yang dikenal memiliki kontur perbukitan curam dan hutan dengan kerapatan tinggi. Kondisi geografis ini menjadi tantangan serius dalam operasi pencarian maupun evakuasi.
Meski titik jatuh telah dipastikan, proses evakuasi belum dapat dilakukan. Faktor gelapnya malam serta kemiringan lereng yang ekstrem memaksa tim menghentikan sementara operasi.
“Ada kendala malam ini. Situasi sangat gelap dan medan yang terjal tidak memungkinkan evakuasi dilakukan sekarang,” kata Sugianto.
Sebagai langkah taktis, seluruh personel memutuskan untuk melakukan bivak di sekitar lokasi, dengan jarak sekitar 50 meter dari titik jatuhnya helikopter.
Tim akan melanjutkan proses evakuasi pada Jumat pagi (17/4/2026), setelah kondisi memungkinkan dan peralatan pendukung tiba di lokasi.
Hingga laporan ini rilis, belum ada keterangan resmi terkait kondisi kru maupun penumpang helikopter. Otoritas masih menutup informasi mengenai jumlah korban, identitas, serta kemungkinan korban selamat.
Fokus utama saat ini adalah pengamanan lokasi dan persiapan teknis evakuasi.
Operasi lanjutan direncanakan mengombinasikan jalur darat dan udara, bergantung pada kondisi cuaca serta aksesibilitas medan.
Kronologi Singkat Hilang Kontak
Helikopter Airbus H-130 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah udara Sekadau. Operasi pencarian segera dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi, menyisir kawasan hutan dan perbukitan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Dengan ditemukannya lokasi jatuh, operasi kini memasuki fase krusial: evakuasi dan identifikasi korban.
Red*























